Tuesday, January 29, 2008

[penulislepas] Re: Media Massa Indonesia Dinilai Tidak Objektif

untuk lebih jelasnya bisa dibaca disini

http://penamuda.multiply.com/journal/item/114

salam
yr

--- In penulislepas@yahoogroups.com, firdaus cahyadi <firdaus_c@...>
wrote:
>
> SUARA PEMBARUAN DAILY
> ---------------------------------
> Pemberitaan Soeharto
> Media Massa Indonesia Dinilai Tidak Objektif [JAKARTA] Sebagian
besar media massa Indonesia memberitakan mantan Presiden Soeharto
wafat secara tidak objektif. Sebagian besar media massa memberitakan
Soeharto sebagai orang yang sangat berjasa, padahal kejahatan yang
dilakukannya terhadap rakyat selama memerintah sangat banyak.
> "Media-media terbawa arus sikap pemerintah, sehingga terkesan
memberi keistimewaan yang berlebihan terhadap Soeharto," kata
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan
(Kontras), Usman Hamid, kepada SP, Senin (28/1).
> Usman menyayangkan media massa Indonesia yang tidak melaksanakan
kewajiban untuk mengungkapkan kebenaran dalam memberitakan Soeharto.
Padahal, media mempunyai tanggung jawab sosial untuk memberi
keseimbangan berita secara objektif dalam kerangka pendidikan publik
menuju perubahan.
> Mantan aktivis 1998 itu meminta media massa Indonesia tidak lupa
atas sejumlah hal mengenai Soeharto, yakni statusnya yang masih
sebagai terdakwa kasus korupsi serta perlakukan Soeharto yang tidak
manusiawi dan tidak menghargai Soekarno sebagai seorang presiden yang
sangat berjasa untuk Indonesia.
> Dikatakan pula, sejak Soeharto dirawat sampai pada acara
pemakamannya, berita sebagian besar media massa Indonesia terkesan
memaksa publik melupakan korban politik penguasa Orde Baru itu dan
menihilkan moralitas politik reformasi. "Saya meminta media massa
Indonesia jangan melupakan kekejaman dan kejahatan yang dilakukan
Soeharto," kata dia.
> Hal senada Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Hendardi. Dia
menyatakan sangat ironi sebagian besar media massa Indonesia tidak
menyuarakan suara korban kekejaman dan kejahatan Soeharto. "Ironi,
wafatnya Soeharto oleh sebagian besar televisi lokal juga Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono menyebutnya sebagai kepergian pahlawan yang
berjasa besar, putra terbaik bangsa. Lagu gugur bunga
bersambung-sambung," kata dia.
> Padahal, ujar Hendardi, media massa asing menjuluki Soeharto
sebagai diktator brutal, koruptor terbesar dalam sejarah pemimpin
dunia, dan bertanggung jawab atas pembunuhan ratusan ribu rakyatnya
sendiri.
>
> Preseden Buruk
> Pakar komunikasi politik Effendi Ghazali juga menyayangkan media
massa yang berlebihan dalam memberitakan tentang rasa simpati kepada
Soeharto. Pemberitaan yang berlebihan itu bisa menjadi preseden
buruk. Bisa saja muncul kesan di kemudian hari bahwa semua presiden
Indonesia tidak bisa dihukum meski bersalah.
> "Dengan situasi seperti ini, pemimpin-pemimpin kita sejak
sekarang sudah mengatur preseden bahwa setiap presiden harus
dimaafkan meski dia bersalah. Itulah yang berbahaya," ujar dia.
> Dengan pemberitaan seperti ini pula, kata dia, akan sulit
menjelaskan kepada masyarakat lapis bawah tentang siapa sebenarnya
seorang Soeharto. Pikiran masyarakat dibuat seolah-olah saat Soeharto
memimpin sangat mudah mencari minyak tanah, tempe, dan kebutuhan
pokok lain. "Sehingga, mereka terkesan memiliki kerinduan terhadap
kepemimpinan Soeharto," ujar dia.
> Sedangkan masyarakat yang melek politik, situasi seperti
sekarang dilihat sebagai akumulasi dari kekecewaan yang dirasakan
saat Soeharto memimpin negara ini. "Karena itu, tidak mengherankan
jika respons yang muncul adalah tidak menanggapi kebijakan memasang
bendera setengah tiang dan iklan duka cita di media massa yang
relatif kurang," ujar dia.
> Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof A
Chaniago menilai pemberitaan media massa terkesan bersifat
generalisasi dukungan dan simpati terhadap Soeharto. Media massa
tidak melihat dulu secara keseluruhan sikap rakyat Indonesia terhadap
Soeharto sebelum menentukan arah pemberitaan.
> "Pemberitaan tentang wafatnya Soeharto saat ini, khususnya media
massa elektronik, sudah berlebihan. Padahal, media harus terlebih
dahulu mengetahui sikap masyarakat secara keseluruhan," ujarnya.
> Andrinof mengemukakan boleh saja media massa, pejabat
pemerintah, dan tokoh-tokoh politik menunjukkan sikap simpati yang
berlebihan terhadap mantan penguasa Orde Baru itu. Tetapi, jangan
sampai simpati itu mengaburkan pelajaran sejarah untuk mendidik
generasi muda yang akan datang dengan baik dan benar.
> Dia juga mempertanyakan adanya ide pemberian gelar pahlawan
kepada Soeharto. Menurut dia, wacana pemberian gelar pahlawan itu
dilakukan oleh orang-orang yang memiliki hubungan emosional dengan
jenderal besar itu.
> "Seharusnya ide tersebut tidak boleh dimunculkan karena dorongan
emosional sesaat dari orang-orang yang saat ini ada di pemerintahan.
Kalau pun ada yang sungguh-sungguh dengan ide seperti itu, tindak
lanjutnya harus diserahkan kepada para ahli yang independen," kata
Andrinof. [E-8/M-16]
>
> ---------------------------------
> Last modified: 28/1/08
>
> ---------------------------------
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

__._,_.___
Sekolah-Menulis Online Resmi Dibuka Lagi
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================

=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================

Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================

Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================

Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253

=============================================

Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================


Recent Activity
Visit Your Group
Y! Entertainment

World of Star Wars

Rediscover the force.

Explore now.

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Cat Groups

on Yahoo! Groups

Share pictures &

stories about cats.

.

__,_._,___