Bangsa Eropa pada sebelum abad ke 13 M adalah bangsa yang biasa aja. Biasa dalam arti mereka bukan bangsa yang memiliki semua keunggulan dalam berbagai bidang. Namun ketika mereka sadar sekitar abad 14-15 M maka mereka kemudian mengobarkan api semangat perubahan ke arah yang lebih baik dlam kehidupan dunia. Momen ini kemudian dikenal sebagai RENAISSANCE (bahasa Perancis yang berarti lahir kembali).
Pada saat itu bangsa Eropa menginginkan kejayaan Romawi dan Yunani kembali dapat mereka raih. Semangat tersebut dikobarkan tidak hanya dalam bentuk slogan tetapi juga “disuntikkan” ke dalam setiap jiwa. Dan puncaknya pada tahun 1500M bangsa eropa mulai mampu berdiri tegak.
Pada abad-abad berikutnya kemajuan bangsa Eropa bagai tak terbendung. Puncaknya terjadi ketika pada akhir abad ke-18 terjadi REVOLUSI INDUSTRI (istilah ini dikenalkan oleh Frederich Engels dan Louise Auguste B). Revolusi industri merupakan perubahan teknologi, sosioekonomi dan budaya. Pengaruhnya menyebar begitu cepat dari Eropa Barat dan Amerika Utara dan menyebar ke seluruh dunia.
Kejayaan yang didapatkan oleh bangsa Eropa bukan karena suatu kebetulan, tetapi berkat usaha yang tak kenal lelah.
Mungkinkah kita bisa mengejar apa yang telah diraih bangsa Eropa saat ini? Semua tidak ada yang mustahil (nothing that imposible begitu kata orang Inggris). Asalkan semua syarat untuk menuju ke arah tujuan terpenuhi maka semua bisa terjadi. Maka REVOLUSI BUDAYA adalah suatu yang dapat menjadi jualan keluar keluar dari keterpurukkan.
Hanya saja yang membuat sedih kita adalah kondisi bangsa, di semua sektor kehidupan, tidak memenuhi syarat terjadinya revolusi budaya.