Kematian Soeharto, mantan presiden yang berkuasa lebih dari tiga dekade, meninggalkan banyak kenangan. Kenanganbagi kita semua yang pernah merasakan kepemimpinan wong Jogja itu.
Malam minggu, dua hari yang lalu tepatnya tanggal 26-01-2008, bersama teman-teman begadang sambil mengenang berbagai kenangan ketika masih di SD dan SMP bahkan ketika di SMU. Salah satu topik yang menjadi kenangan adalah pelajaran kesenian dan doktrinasi Pancasila melalui P4, yang menjadi kitab suci Orba. Malam itu teman dari Sumut mengisahkan betapa doktrinasi keindonesiaan ditanamkan lewat beberapa lagu yang ternyata juga dialami teman yang dari Kalteng dan Gunung Kidul. Maka saya mengamini cerita mereka.
Maka jadilah malam itu kami bernostalgia dengan lagu lagu yang sebagian kami sudah lupa judulnya. Ditemani sebuah gitar tua kami mulai menyanyikan lagu lagu dengan tema nasionalisme yang kental tersebut. Bandung Lautan Api, Sorak Sorak Bergembira, Bangun Pemudi Pemuda, Garuda Pancasila, Pahlawan tanpa Tanda Jasa, Gugur Pahlawanku, Syukur, Rayuan Pulo Kelapa, dll……
Pada ujung malam itu kami juga mengenang peristiwa krisis moneter yang kemudian menghantarkan Soeharto terguling dari kekuasaan. Kekayaan keluarga dan kroninya hingga banyaknya kasus penculikan aktivis. Malam itu kami memang hanya saling bertukar ceita tanpa mencari kebenaran normatif berbagai kasus yang melingkupi Soeharto dan keluarga serta kroninya.
di akhir perbincangan seorang teman berceloteh "moga di masa mendatang pemimpin yang muncul selalu lebih baik dibanding soeharto dan lainnya......"
AMIIIIIIIN.................