Thursday, February 14, 2008
Hukum Valentine day
merayakan valentine day adalah hak setiap orang, namun memberikan beberapa pertimbangan juga tidak salah bagi saya. jika ingin merayakan valentine day sebaiknya anda membaca beberapa tulisan dengan mengunjungi situs berikut:
www.eramuslim.com/ustadz/fqk/6205114411-hukum-merayakan-hari-valentine-buat-umat-islam.htm - 22k
www.mail-archive.com/jamaah@arroyyan.com/msg02442.html - 14k
www.dudung.net/index.php?naon=depan&action=detail&id=210&cat=2 - 42k
Tuesday, February 12, 2008
[penulislepas] www.menulisyuk.com
Buat yang baru belajar menulis atau buat mereka yang sudah mulai menulis dan menjadikannya sebagai profesi atau buat yang ingin tahu dunia bisnis di bidang kepenulisan.
Sekarang Anda tinggal klik saja
www.menulisyuk.
situs panduan kepenulisan dan peluang yang sangat cocok dijadikan referensi Anda.
Best Regards,
.K.A.N.G.A.R.
Freelance Writers, Radio Announcer, Media & PR Consultants
Business Contact : +62 812 8749 407
Private Contact : +62 817 8040 88
e-mail Business : arulkhana@yahoo.
e-mail Private : kangarul@gmail.
Blog : www.kangarul.
Situs : www.menulisyuk.
------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
[penulislepas] Mimpi
Mimpi
semalam aku bermimpi
mendaki gunung lagi
di tengah perjalanan
aku menemukan sungai
yang airnya bening sekali
sebuah kolam besar yang
begitu menawan diapit
temboktembok gunung
yang gagah menjulang
dan aku segera tak tahan untuk
berenangrenang, berlompatan,
menyelam dan bermain sepuaspuasnya
tibatiba saja aku terbangun
dan anehnya aku hanya
teringat satu hal
: bola matamu yang teduh
sepasang mata indah yang
bisa membuatku tenggelam
karena begitu asyiknya
berenangrenang di situ
ahh...mimpi yang aneh,
kenapa aku malah kembali tertawan?
Epri Tsaqib, 2007
http://epriabdurrah
------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
[penulislepas] Tips Menulis : Teknik Membuat Resensi Buku
Teknik Membuat Resensi Buku
Oleh
Yon's Revolta
~dan...kebahagiaan akan berlipat ganda
jika dibagi dengan orang lain~
(Paulo Coelho dalam novel "Di Tepi Sungai Piedra")
Beruntung orang yang suka membaca buku. Mereka yang gemar membaca buku akan terbuka wawasannya, tidak kuper dan cupet pandangan. Mereka juga akan mengerti informasi selain yang dipikirkannya selama ini, referensi dan pengetahuannya akan bertambah luas. Dan inilah sebenarnya investasi berharga sebagai modal untuk mengarungi kehidupannya. Orang yang menyukai aktivitas membaca, hasilnya, mereka tidak akan berpikir sempit ketika menghadapi problem-problem penting yang terjadi di dunia. Serta punya potensi dan kecenderungan yang bijak dalam mensikapi kejadian-kejadian keseharian di sekitarnya.
Tapi, bagi orang yang ingin berbuat lebih dan mau berbagi ilmu kepada orang lain, membaca saja tak cukup. Mereka perlu memiliki keterampilan lagi yaitu ketrampilan meresensi buku. Sebelum melangkah kepada teknik ringkas meresensi buku, ada beberapa hal penting mengapa resensi perlu dibuat. Tujuannya, diantaranya sebagai berikut,
Membantu pembaca (publik) yang belum berkesempatan membaca buku yang dimaksud atau membantu mereka yang memang tidak punya waktu membaca buku. Dengan adanya resensi, pembaca setidaknya bisa mengetahui gambaran dan penilaian umum terhadap buku tertentu. Setidaknya, bisa dijadikan bahan obrolan yang bermanfaat dari pada menggosip yang tidak jelas juntrungnya.
Mengetahui kelemahan dan kelebihan buku yang diresensi. Dengan begitu, pembaca bisa belajar bagaimana semestinya membuat buku yang baik itu. Memang, peresensi bisa saja sangat subjektif dalam menilai buku. Tapi, bagaimanapun juga tetap akan punya manfaat (terutama kalau dipublikasikan di media cetak, karena telah melewati seleksi redaktur).
Mengetahui latarbelakang dan alasan buku tersebut diterbitkan. Sisi Undercovernya. Kalaupun tidak bisa mendapkan informasi yang demikian, peresensi juga tetap bisa mengandalkan misalnya mengacu pada halaman pengantar atau prolog yang biasanya terdapat dalam sebuah buku. Kalau tidak, informasi dari pemberitaan media tak jadi soal.
Mengetahui perbandingan buku yang telah dihasilkan penulis yang sama atau buku-buku karya penulis lain yang sejenis. Peresensi yang punya "jam terbang" tinggi, biasanya tidak melulu melulu mengulas isi buku apa adanya. Biasanya, mereka juga menghadirkan karya-karya sebelumnya yang telah ditulis oleh pengarang buku tersebut, kalau tidak, biasanya juga menghadirkan buku-buku karya penulis lain yang sejenis. Hal ini tentu akan lebih memperkaya wawasan pembaca nantinya.
Bagi penulis buku yang diresensi, bisa sebagai masukan berharga bagi proses kreatif kepenulisan selanjutnya karena tak jarang peresensi memberikan kritik yang tajam baik itu dari segi cara dan gaya kepenulisan maupun isi dan substansi bukunya. Sedangkan, bagi penerbit bisa dijadikan wahana koreksi karena biasanya peresensi juga menyoroti soal font (jenis huruf) mutu cetakan dsb.
Nah, untuk bisa meresensi buku, sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan sebagian orang. Ada beberapa langkah umum yang bisa dilakukan siapa saja yang akan membuat resensi buku. Diantaranya;
Tahap Persiapan
Memilih jenis buku : Tentu setiap orang mempunyai hobi dan minat tertentu pada sebuah buku. Pada proses pemilihan ini akan lebih baik kalau kita fokus untuk meresensi buku-buku tertentu yang menjadi minat atau sesuai dengan latarbelakang pendidikan kita. (hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa seseorang tidak mungkin menguasai berbagai macam bidang sekaligus). Ini terkait dengan " otoritas ilmiah". Hal ini tidak berarti membatasi tau melarang-larang orang untuk meresensi buku. Tapi, hanya soal siapa berbicara apa. Seorang guru tentu lebih paham bagaimana cara mengajar siswa dibandingkan seorang tukang sayur.
Usahakan buku baru. Ini jika karya resensi akan dipublikasikan di media cetak. Buku-buku yang sudah lama tentu kecil kemungkinan akan termuat karena dinilai sudah basi dengan asumsi sudah banyak yang membacanya sehingga tidak mengundang rasa penasaran. Untuk buku-buku lama (yang diniatkan sekedar untuk berbagi ilmu) tetap bisa diresensi dan dipublikasikan misalnya lewat blog (jurnal personal).
Membuat anatomi buku. Yaitu informasi awal mengenai buku yang akan diresensi. Contoh formatnya sebagai berikut;
Judul Karya Resensi
Judul Buku :
Penulis :
Penerbit :
Harga :
Tebal :
Tahap Pengerjaan
Membaca dengan detail dan mencatat hal-hal penting. Ini yang membedakan antara pembaca biasa dan peresensi buku. Bagi pembaca biasa, membaca bisa sambil lalu dan boleh menghentikan kapan saja. Bagi seorang peresensi, mesti membaca buku sampai tuntas agar bisa mendapatkan informasi buku secara menyeluruh. Begitu juga mencatat kutipan dan pemikiran yang dirasa penting yang terdapat dalam buku tersebut.
Setelah membaca, mulai menuliskan karya resensi buku yang dimaksud. Dalam karya resensi tersebut, setidaknya mengandung beberapa hal;
Informasi awal buku (seperti format diatas).
Tentukan judul yang menarik dan "provokatif"
Membuat ulasan singkat buku. Diskripsi garis besar isi buku.
Memberikan penilaian buku. (substansi isinya maupun cover dan cetakan fisiknya) atau membandingkan dengan buku lain. Inilah sesungguhnya fungsi utama seorang peresensi yaitu sebagai kritikus sehingga bisa membantu publik menilai sebuah buku.
Menonjolkan sisi yang beda atas buku yang diresensi dengan buku lainnya.
Mengulas manfaat buku tersebut bagi pembaca.
Mengkoreksi karya resensi. Mengkoreksi kelengkapan karya, EYD dan sistematika jalan pikiran resensi yang telah dihasilkan. Yang terpenting tentu bukan isi buku itu apa, tapi apa sikap penilaian peresensi terhadap buku tersebut.
Tahap Publikasi
Karya disesuaikan dengan ruang media yang akan kita kirimi resensi. Setiap media berbeda-beda panjang dan pendeknya. Mengikuti syarat jumlah halaman dari media yang bersangkutan adalah sebuah langkah yang aman bagi peresensi.
Menyertakan cover halaman depan buku.
Mengirimkan karya sesuai dengan jenis buku-buku yang resensinya telah diterbitkan sebelumnya. Peresensi perlu menengok dan memahami buku jenis apa yang sering dimuat pada sebuah media tertentu. Hal ini untuk menghindari penolakan karya kita oleh redaktur.
Demikian ulasan sekilas mengenai teknik sederhana meresensi buku. Pada intinya, persoalan meresensi buku adalah soal berbagi (ilmu). Setelah membaca buku, biasanya kita bahagia karena memperoleh wawasan baru. Dengan begitu urusan meresensi buku juga bisa berarti kita berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Sungguh mulia bukan !.
============
"Inspiring Blog"
YM ID : freelance_corp
http://penakayu.
------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
[penulislepas] (oase) Mimpi Tak Cukup
Mimpi Tak Cukup
: yon's revolta
~dunia bergerak begitu cepat sekarang.
saat seseorang berkata sesuatu tak bisa dilakukan,
sesungguhnya dia sudah diinterupsi orang
yang telah dapat melakukannya~
Elbert Hubbard (Penulis)
Setiap orang pasti mempunyai mimpi. Ia yang senantiasa menjadikan langkah kakinya berderap lincah, pikirannya bergerak cepat dan hatinya selalu merenung memikirkan jalan terbaik yang mesti dilaluinya. Seorang yang begitu menggengam erat mimpinya, hidupnya cenderung dinamis, sangat menyukai bau pagi, bangun mendahului ayam berkokok atau tukang sayur yang bergegas belanja ke pasar untuk dijual kembali di komplek perumahan. Dengan mimpi dalam dirinya, ia menuju satu titik, menuju satu jalan terang, sebuah fokus gerak menuju sebuah pulau kebahagiaan. Itulah akhir sebuah petualangan, kemudian melangkah menyongsong pada impian berikutnya.
Impian itu beda dengan lamunan. Ada perbedaan mendasar antara keduanya. Ada contoh kasus menarik yang perlu dihadirkan disini. Seperti Mahar dalam novel best seller "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata. Mahar menunggu keajaiban datang menjemput. Yakin bahwa dengan kemampuan yang ada dalam dirinya, orang-orang akan datang memberikan pekerjaan, memberikan kabar gembira kehidupan tanpa harus bersusah payah menjemputnya.
Ya, mahar kala itu terjebak dalam lamunan, bukan impian. Ia begitu percaya diri bahwa kehidupan yang baik, kehidupan yang layak, kehidupan yang bahagia akan datang dengan sendirinya. Pada akhinya, ia menyadari bahwa semua itu hanya lamunan belaka, isapan jembol yang tak akan pernah ditemukan pada fase masa depannya. Maka, Mahar pun mengubah lamunan menjadi impian. Ia menulis banyak artikel budaya yang dipublikasikan pada khalayak luas. Lambat laun, orang mengakui kepakarannya. Dan, pelan namun pasti akhirnya ia bisa bekerja pada posisi yang terhormat sesuai dengan bidang yang digelutinya.
Barangkali, harus jujur mengakui, saya juga pernah bertahun-tahun terjebak dalam kubangan lamunan yang sia-sia. Saat itu saya diam-diam bangga menjadi seorang pemimpi hebat, padahal sebetulnya hanyalah pelamun yang menyedihkan. Banyak orang yang sebenarnya telah memperingatkan keadaan saya itu, tapi saya selalu egois dan tak peduli apa kata orang. Seiring waktu berjalan, dan menyadari hidup semakin senja saja, sejak saat itulah tekad untuk mengubah lamunan menjadi impian muncul.
Dan, tanpa disadari juga, ternyata mimpi saja pun tak cukup. Segunung mimpi yang indah, ternyata jauh lebih menyenangkan secuil kebahagiaan yang nyata. Atas dasar itulah, yang paling penting kemudian sesungguhnya bukan berbangga dengan segunung impian. Tapi sesungguhnya, persoalanya lebih pada bagaimana merasakan kaki berjalan melewati kerikil-kerikil tajam kehidupan. Menjemput impian itu.
Merasakan tetes keringat membasahi badan, mengusir debu-debu masalah yang mengotori cita-cita kehidupan. Inilah konsekuensi yang harus dijalani siapapun yang coba-coba berani punya mimpi. Ia yang tak kuat menahan beban, ia yang selalu mengeluh pada keadaan, ia yang rapuh dan cengeng menghadapi masalah yang dihadapinya, tak usahlah punya mimpi saja. Lebih baik hidup mengalir mengikuti arus nasibnya tanpa perlu harus marah ketika ada orang atau siapapun yang mencemooh dan mengejeknya. Saya tak mau hidup mengalir seperti itu.
Kini, hari dimana saya masih diberikan kesempatan bisa menulis , saya diam-diam juga masih menyimpan segenggam impian yang membuat gemas saja, ingin sekali segera terwujud dalam hidup. Cukup saya dan Tuhan saja yang tahu impian sebenarnya. Yang harus saya lakukan sekarang adalah BANGUN dan LAKUKAN. Tentu dengan sebuah keyakinan yang tinggi bahwa nasib akan selalu berpihak kepada saya.
============
"Inspiring Blog"
YM ID : freelance_corp
http://penakayu.
------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
Monday, February 11, 2008
Buat tabloid suara LSM...! Re: [penulislepas] writing motivation
Hello Ully...!
Ada teman saya Bob Hadiwinata Phd, dia mengambil disertasi di The Cambridge University ttg Non-Government Organization (NGO)/LSM..Barangka
Beliau skg dosen di FISIP UNPAR bandung....cari aja pakai oom GOOGLE
Tp kalau ng keberatan, saya juga mau nulis artikel di tabloid anda....(tp mungkin tdk sebagus dia) ttg LSM. Tolong kirim alamat e-mail redaksinya..
Saya dosen TI dan Akuntansi...
Sy juga sedang mencari sponsor dari luar negeri utk mengadakan kegiatan tsb..Jd cukup banyak membaca ttg hal ini dari berbagai buku, jurnal dan sumber...
Ok,
salam dari bandung...
Rendra Tris Surya
------------
ully <ul2y@yahoo.com> wrote: Jika Teman Teman Setuju
Ada beberapu tulisan yang kami nilai saat ini dapat di jadikan referensi bagi pembaca kami dan kami nilai tulisan tersebut layak kami publis ke media kami, jika rekan-rekan tidak keberatan kami akan mengambil dengan sedikit pengeditan agar layak. media kami Tabloid Suara LSM berkantor Pusat Di Makassar
Salam
Tabloid Suara LSM
Muchlisin
Yon's Revolta <freelance_corp@
Writing Motivation
(Menggairahkan Semangat Menulis)
Oleh
Yon's Revolta
Scripta Manen Verba Volant
~yang tertulis akan tetap abadi,
yang terucap akan berlalu bersama angin~
Untuk apa menulis?. Barangkali banyak orang masih bingung ketika disodori pertanyaan tersebut. Wajar, karena persoalan menulis memang belum membudaya di tanah air. Jangankan masyarakat umum, mereka yang menyandang gelar doktor bahkan profesor sekalipun bisa jadi banyak yang masih kesulitan dalam soal menulis (menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan).
Ini terbukti dengan masih minimnya publikasi karya ilmiah (populer). Untuk merangsang para ahli dibidangnya berbagi gagasan, muncul beberapa situs internet agar ilmu pengetahuan bisa diakses dengan luas. Munculnya situs semisal www.beritaiptek.
Persoalan menulis, tentu bukan hanya persoalan para pengarang, penulis atau wartawan saja. Siapapun diri kita, kemampuan menulis itu diperlukan. Sepanjang kita masih punya otak dan hati, aktivitas menulis akan senantiasa menyertai. Dalam kehidupan keseharian, komunikasi kita tentu tidak hanya sebatas ucapan saja. Sering kita harus membangun komunikasi dengan orang-orang yang jauh. Maka, tulisan menjadi penting sebagai alat komunikasi sekaligus media yang lebih memungkinkan orang mengeluarkan gagasan secara serius dan sistematis.
Biasanya, kalau ucapan kerap kali hanya luahan spontanitas saja. Sedangkan, tulisan lebih mempunyai bobot tersendiri karena sudah pasti kita memikirkan dan merenungkannya terlebih dahulu sehingga gagasan lebih sistematis. Kegagapan dan ketidakmampuan dalam menulis, bisa jadi akan menyebabkan salah persepsi dan kegagalan komunikasi. Dan, ini bisa berakibat fatal dalam bisnis, kariel maupun hubungan personal.
Lantas, bagi mereka yang akan berprofesi terkait dengan dunia tulis menulis (misalnya wartawan, editor, pengarang), persoalannya akan lebih kompleks lagi. Sebab, persoalan menulis tidak hanya sebatas alat komunikasi saja. Tetapi lebih dari itu, menyangkut soal kemanusiaan, panggilan hidup, estetika kebahasaan, bahkan keberpihakan kepada masyarakat kecil yang terpinggirkan oleh zaman yang semakin tidak adil ini.
Nah, dalam artikel singkat ini, saya akan memberikan semacam tips-tips segar kepada Anda agar lebih bergairah dan lebih serius menulis;
1. Jangan sekedar hobi
Masih banyak orang yang menjadikan aktivitas menulis sekedar hobi belaka. Tak salah memang. Hanya saja, ternyata menulis pun bisa dijadikan alternatif profesi, dalam arti mereka mendapatkan nafkah dan penghasilan. Barangkali muncul pertanyaan, bisakah hidup layak dengan menjadi seorang penulis ?. Saya kira ini tergantung kerja keras masing-masing individu. Sudah terlalu banyak contoh orang-orang yang sukses menjadi seorang penulis full time. Sebut saja Ahmad Tohari, penulis novel "Ronggeng Dukuh Paruk" yang kini juga menjadi kolumnis sosial keagamaan di rubrik "Resonansi" Koran Republika. Atau JK Rowling, pengarang "Haryy Potter" yang kini menjadi miliyader dari hasil penjualan bukunya.
2. Prioritaskan bacaan.
Agar ide dan pikiran tidak buntu, baca buku adalah solusinya. Seorang penulis sejati, tidak bisa tidak ia harus akrab dengan buku. Bukan hanya menjadi kutu buku, lebih dari itu, ia perlu menjadi "predator buku". Melahab berbagai buku, seperti kata Hernowo penulis buku "Quantum Writing" menjadikan buku ibarat sepotong pizza.
Memang, tidak semua buku harus kita baca. Memilah buku-buku bermutu serta memprioritaskan jenis dan waktu membaca itu perlu. Helvy Tiana Rosa Pendiri komunitas penulis Forum Lingkar Pena (FLP) punya saran yang baik. Yaitu membaca 3 jenis buku dalam sebulan, tentang keagamaan, tentang hobi atau minat kajian yang diminati, dan tentang buku yang terkait latar belakang pendidikan seseorang. Dengan pengaturan seperti itu, pikiran kita akan lebih fokus, ide-ide bermunculan sehingga aktivitas menulis terus berkembang.
3. Gunakan hati.
Aktivitas menulis tak cukup dengan wawasan pikiran dan referensi semata. Kita perlu menggunakan hati. Seperti dalam kehidupan keseharian, orang akan lebih senang diajak bicara secara lembut, siapapun pasti tak akan suka dibentak-bentak, diperlakukan kasar oleh orang lain. Bahkan seorang premanpun tak mau diperlakukan begitu.
Dalam menulis juga perlu melakukan hal yang sama. Kalau ingin melakukan kritik pada seseorang atau lembaga, cara yang halus perlu dimunculkan pada karya tulisan kita. Jika memang perlu disindir atau disentil, lakukan dengan cara yang tidak frontal dan memerahkan kuping. Prinsipnya, menulislah dengan hati, karena biasanya sesuatu yang dari hati, akan sampai ke hati pula. Siapa tahu, dengan begitu, orang akan berbalik pikiran dan berubah menjadi lebih baik setelah membaca karya kita. Kalau seorang penulis bisa melakukan kebajikan semacam ini, betapa mulianya dia.
4. Mulailah dari hidupmu.
Banyak orang yang kesulitan mau menulis apa. Tidak menyadari bahwa setiap manusia, perjalanan dan pengalaman hidupnya pasti punya sesuatu yang menarik, sesuatu yang unik. Bukankah ini inspirasi tersendiri ?. Ya, menuliskan cerita-cerita kita.
Torey Haden penulis buku "Sheila", buku yang laris manis itu, pernah mengatakan "Aku sama seperti kalian, yang membedakan hanya karena Aku menuliskannya"
Lain dengan Bayu Gawtama (gawtama.blogspot.
Kini, saatnya Anda menulis sesuatu yang dirasa menarik dalam hidup, yah siapa tahu kelak layak diterbitkan menjadi buku. Siapa tahu laris, siapa tahu kelak Anda menjadi penulis hebat. Siapa tahu...siapa tahu.
5. Tradisi kaum intelektual.
Menulis itu tradisi kaum intelektual. Jika ada problem serius dimata umum (publik), ia menulis untuk menjelaskan duduk masalahnya. Kemudian, punya alternatif pemikiran, bagaimana jalan keluar dari masalah tersebut. Belum cukup rasanya sebutan intelektual kalau ia tak punya karya (tertulis) satupun.
Menulis, sampai hari ini masih menjadi tradisi kaum intelektual. Dengan membaca tulisan, baik artikel atau buku, kita akan mendapatkan pemahaman yang cukup dan utuh tentang sebuah pokok permasalahan. Hal ini kan sangat berbeda kalau hanya sekedar ucapan semata.
Demikianlah sekilas bagaimana gairah menulis itu bisa kita munculkan. Saatnya sekarang adalah mempraktekannya. Seperti kata Kuntowijoyo (alm), Budayawan Jogjakarta), untuk bisa menulis cukup mudah dan sederhana, "Duduk dan Lakukan". Itu saja.
============
"Inspiring Blog"
YM ID : freelance_corp
http://penakayu.
------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
[penulislepas] Law of Attraction: Oops! I Did It Again
*Law of Attraction: Oops! I Did It Again*
Yang di atas itu memang judul lagunya Brit. Tapi yang ini, adalah cerita
tentang terulangnya fenomena Law of
Attraction<http://milis-
diri saya. Fenomena, yang kata orang sering membuat manusia menjadi
enggan bertindak dan lebih senang melamun. Fenomena, yang mungkin memang
tidak membahas "action" karena dianggap tak perlu lagi dibahas, sebab
dianggap sudah dilakukan dengan optimal dan maksimal. Fenomena, yang
sebenarnya bisa dipersamakan dengan fadhail alias keutamaan, karena apa yang
menjadi syariat utama dianggap tetap berjalan. Fenomena, yang sebenarnya
lebih tepat dianggap sebagai bonus dari "action".
Di alam semesta ini ada banyak sekali hukum alam. Kita bisa menemukan
setidaknya ada 18 hukum alam yang berlaku tetap dan pasti sebagai sunatullah
selama alam semesta masih ada. Tahukah Anda bahwa hukum sebab-akibat,
hanyalah salah satu dari itu semua?
Jika seluruh hukum alam itu bisa diaktivasi secara positif sesuai maksud dan
tujuannya, maka hasil akhirnya adalah sebuah fenomena daya dan kekuatan yang
dianggap paling powerful di alam semesta. Kekuatan itu disebut dengan Law of
Attraction<http://milis-
hukum ketertarikan.
Inilah penjelasan "bonus", tentang mengapa angsa berkumpul dengan angsa,
kambing berkumpul dengan kambing, penggila olah raga dengan penggila olah
raga, hobiis catur dengan hobiis catur lainnya.
Juga, tentang lahirnya berbagai jargon yang dikenal oleh dunia modern
seperti "komunitas", "almamater", "geng", "kelompok", "band", "grup",
"hobbyist", "kelompok penggemar", "persatuan", "asosiasi", atau bahkan
"partai".
Adalah benar bahwa semuanya bisa terjelaskan secara logis, di mana semua itu
terjadi karena kesamaan sifat dan karakter, kemiripan interest dan hobi,
persamaan kepentingan, kesamaan golongan, orang yang tepat, waktu yang
tepat, dan situasi yang tepat.
Di luar apa yang menjadi syarat-syarat logis di atas, dan selain apa-apa
yang menjadi syariat dan amal yang wajib, apa yang mempersatukan semua itu
adalah Law of Attraction<http://milis-
.
Jika kita bisa memahami dan mengaktivasi Law of
Attraction<http://milis-
maka kita bisa menciptakan fenomena yang merupakan kebalikan dari semua
gambaran tentang saling tertariknya satu sama lain sebagaimana di atas.
Dengan Law of Attraction<http://milis-
bisa menarik orang yang tadinya tidak interest menjadi interest. Kita
bisa menyatukan orang-orang yang berbeda kepentingan terkumpul dalam suatu
wadah dan menjadi orang-orang yang punya kepentingan sama. Kita bisa menarik
orang lain untuk juga ikut menggemari apa yang kita gemari. Kita bisa
membuat orang-orang yang awalnya berkonflik berubah menjadi sahabat setia.
Adakah, Law of Attraction<http://milis-
bisa menarik sesuatu yang kita inginkan selain itu? Misalnya mobil,
rumah, uang, atau kesuksesan duniawi lain? Tentu saja.
Dasarnya sederhana saja, yaitu bahwa tidak satupun yang terjadi di alam
semesta ini, terjadi sebagai kebetulan. Tuhan itu Maha Besar dan Maha
Mengetahui. Sehingga, tak satupun terjadi tanpa sepengetahuan dan tanpa
kehendak-Nya. Segala sesuatu, memang bagian resmi dari skenario-Nya. Tak ada
kebetulan, tak ada tidak sengaja.
Kita sebagai manusia, bisa berperan dalam sistem alam semesta yang telah
dianugerahkan-
bagi kita, untuk tujuan beribadah kepada-Nya.
Peran itu di antaranya adalah kemampuan untuk mengaktivasi fenomena Law of
Attraction<http://milis-
sebagai sebuah demonstrasi dari sifat Maha Besar-Nya, dan dari sifat Maha
Pemurah-Nya. Lebih tepatnya, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan
sunatullah sehingga kita bisa belajar, mengenali, dan akhirnya meyakini
segala sifat Maha-Nya.
Dengan Law of Attraction<http://milis-
meninggalkan syariat utama dalam bentuk amal alias action), kita bisa
menarik apapun yang kita inginkan tanpa melihat apakah yang kita inginkan
itu baik atau buruk, positif atau negatif, dan bahkan kita sukai atau tidak
kita sukai. Sepanjang kita menginginkannya, maka kita bisa mendapatkan semua
itu atas izin dari-Nya.
Mengapakah ada orang yang dianggap jahat, tapi juga dianggap sukses secara
finansial? Mengapakah ada orang baik yang ternyata juga sukses secara
finansial? Mengapa faktor "bersabar", "kerja keras", dan "tekun" tidak hanya
berlaku bagi mereka yang meyakini Tuhan? Perampok pun jika "tekun" dan
"sabar", akan menjadi perampok yang sukses bukan? Terlepas dari tempat
kembalinya setelah kematian menjemput.
Hari Sabtu yang lalu, saya menghadiri acara arisan bersama teman-teman
alumni SMA saya. Acara arisan dan silaturahim itu diselenggarakan di
Kalianda Resort, sebuah pantai yang manis di ujung propinsi Lampung.
Saya berangkat dari Jakarta, dijemput oleh teman alumni yang juga bekerja di
Jakarta. Kami bersepakat untuk berangkat bersama dengan teman lain dari
Bogor dan Tengerang. Kami menetapkan untuk berangkat pagi-pagi sekali
sebelum subuh menjelang.
Malam itu, saya sempat begadang untuk sebuah urusan. Ketika hampir subuh,
saya dibangunkan oleh dering HP dari teman yang akan menjemput saya. Dengan
terburu-buru, saya segera mandi. Belum lagi saya selesai mandi, teman saya
itu datang. Maka saya pun berkemas dengan tergesa-gesa. Rencananya, kami
shalat subuh di Karawaci.
Saya ingat di perjalanan, ternyata saya lupa membawa uang. Untunglah di saku
jeans saya masih terselip kartu ATM saya. Saya mintakan pada Mas Ridho teman
saya yang sekarang penggiat offroad itu, untuk mampir ke salah satu ATM yang
kami ditemui di sepanjang jalan. Saya perkirakan, ATM itu ada di rest area
sekitar Karawaci atau di kota Cilegon. Mungkin karena masih terlalu gelap,
saya belum berhasil juga menemukan mesin ATM di sepanjang tol Jakarta-Merak.
Sampai di Cilegon, kami mampir sarapan di sebuah restoran soto yang cukup
terkenal. Mungkin juga karena terlalu asyik bertemu teman lama, saya pun
lupa mencari ATM di sana. Alhasil, sampai di kapal pun saya tetap belum
memegang uang kas (Kapal Ferry Mufidah namanya, yang berlayar di tengah
cuaca keras dan berguncang-guncang serta membuat mual isi perut). Begitu
pula, saat kami tiba di tempat acara.
Acara berjalan dengan segala kemeriahan, dan ditimpali dengan pergeseran
perilaku setiap orang yang kembali ke masa-masa dua puluh tahun yang lalu.
Di tengah kemeriahan itu, seseorang mendekati saya, Rini namanya.
Rini adalah sahabat SMA saya, kini seorang dokter. Ia rupanya menagih iuran
arisan untuk dua bulan lamanya. Hari itu memang akan diadakan penarikan
arisan. Saya memang belum menyetor karena di pertemuan sebelumnya saya tak
bisa hadir.
Saya meminjam uang kas kepada Mas Ridho, dan saya katakan akan saya ganti
segera. Mas Ridho meminjami saya, dan kemudian saya menyerahkan uang itu
kepada Mbak Rini. Saya katakan pada Mbak Rini,
*"Ini Mbak uangnya. Entar aku yang dapet lho!"*
Rini berlalu dan mencari penunggak lain. Saya kembali tenggelam dalam
nostalgia bersama teman-teman lama.
Sore hari, pemenang arisan diumumkan. Alhamdulillah, saya adalah
pemenangnya. Saya kembalikan uang Mas Ridho dengan disertai senyum rasa
syukur. Acara itu, dihadiri oleh sekitar 70 atau 80 orang yang sebagian
besarnya ikut arisan. Lumayan juga perolehan saya. He...he...
Why me? Mengapakah kata-kata saya menjadi kenyataan? Kebetulankah itu? Mbak
Rini sendiri sempat nyeletuk terheran-heran, dan bahkan sempat "menuduh"
saya memiliki "sesuatu".
Saya tidak memiliki sesuatu, kecuali keyakinan bahwa memang saya-lah yang
akan memenangkan arisan kali itu. Keyakinan itu, mencapai puncaknya saat
saya menyerahkan uang iuran arisan ke tangan Mbak Rini.
Anda betul. Probabilitas ada bermain di sana. Mungkin juga, nasib baik ikut
berperan. Dan tentu saja, the right time, the right place, the right person,
the right situation. Akan tetapi, cukupkah itu saja? Tidak. Sebab, itulah
yang disebut dengan fenomena Law of
Attraction<http://milis-
Bukan kebetulan, bukan klenik, tapi kekuatan pikiran, kekuatan kemauan, dan
kekuatan keinginan.
Bagaimana itu bisa terjadi?
Gambaran berikut ini akan serta merta menyadarkan Anda.
Tuan A dan Tuan B adalah dua sahabat kental yang tukang jajan. Suatu hari,
mereka berdua pergi ke sebuah rumah makan. Tuan A memilih menyantap siomay,
dan tuan B memilih jajan bakso.
Di sela-sela santapan mereka, Tuan A tergiur oleh bulat-bulat kenyal bakso
di hadapan Tuan B. Tuan A memutuskan untuk mencicipi satu butir saja bakso
di mangkuk Tuan B. Tuan A pun kemudian mengatakan minatnya kepada Tuan B. Ia
meminta bakso itu. Gayung bersambut, Tuan A mendapatkan satu butir bakso
yang diinginkannya.
Sebenarnya, semudah itu pula fenomena Law of
Attraction<http://milis-
diterapkan. Terlebih lagi, jika kemampuan ini dilatih dan dilatih,
diasah dan diasah.
Tuan A, saat mengutarakan minatnya kepada Tuan B, tidak hanya sekedar
membuka mulut dan mengajukan permintaan. Suara Tuan A, disertai dengan
perangkat pikiran, perasaan, emosi, dan mood yang diramu dengan tepat dan
positif, menghasilkan kekuatan besar yang membuat keinginannya
terealisasikan. Kekuatan Law of
Attraction<http://milis-
.
Pikiran, perasaan, dan emosi Tuan A, adalah kombinasi positif yang
dihasilkan dari proses pengolahan informasi yang dipahami oleh Tuan A
sendiri, tentang hubungannya dengan Tuan B.
Bahwa ia merasa dekat dengan Tuan B. Bahwa ia telah bersahabat puluhan tahun
dengan Tuan B. Bahwa ia merasa sangat mengenal karakter Tuan B. Bahwa ia
begitu yakin akan kedekatannya dengan Tuan B. Bahwa penolakan oleh Tuan B
malah justru akan menjadi sebuah kontradiksi di dalam hubungan mereka
berdua. Penolakan dari Tuan B akan membuatnya shock dan malah mempertanyakan
kembali kedekatan hubungan mereka berdua. Itu semua, berakhir pada sebuah
mood yang disertai dengan keyakinan tinggi bahwa Tuan B pastilah memberi.
Maka, dengan segala pemahaman Tuan A tentang kedekatannya dengan Tuan B,
Tuan A tetap bisa berkeyakinan bahwa apa yang diinginkannya akan terkabul.
Maka, itulah yang terjadi.
Bagaimana, bisakah kini kita memahami siapa itu pemimpin kharismatik? Siapa
itu top seller? Siapa itu presenter handal? Siapa itu orang-orang yang
sukses, kaya, dan berbahagia? Disadari atau tidak, mereka adalah praktisi
handal dalam fenomena Law of
Attraction<http://milis-
.
Bapak, Ibu, dan Saudara yang budiman. Jika saja kita bisa meramu pikiran,
perasaan, emosi, mood, dan bahkan hati dengan cara yang sama dengan yang
dilakukan Tuan A, tapi kita terapkan dalam hubungan kita dengan yang Maha
Pemurah, Maha Pemberi, Maha Sesuai Dengan Prasangka Hamba-Nya, dan Maha
Mengabulkan, apakah yang bisa terjadi?
You Are A Living Magnet!
*Ikhwan Sopa*
Trainer E.D.A.N.
+62 21 70096855
QA Communication
*School of Motivational Communication*
http://milis-
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___
[penulislepas] Rossi Gunakan Bridgestone-M1
Rossi Gunakan Bridgestone-
Awalnya, keputusan Rossi mendapat tentangan dari kubu Michelin dan Fiat Yamaha. Namun, dengan kegigihannya dan sikap percaya diri yang sangat kuat, Rossi berhasil meyakinkan Michelin dan Fiat Yamaha untuk menerima idenya
Valentino Rossi siap membuat gerah jago-jago ngebut di lintasan moto GP pada musim kompetisi 2008. Keputusannya untuk mengganti ban motor tunggangan Yamaha YZR-M1 dari Michelin ke Bridgestone dipandang sebagai keputusan tepat sekaligus kontroversial.
Seperti apa Sosok Tangguh Valentino Rossi sesungguhnya ??
Dapatkan Otobiografi Valentino Rossi "What If I Had Never Tried It (Andai Aku Tak Pernah Mencobanya..
lebih lengkap lihat :
http://ufukpress.
atau http://ufukpress.
------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___