Tuesday, January 29, 2008

Re: [penulislepas] Re: Realita

Dear Adhi,
Saya menghargai komentar anda, yah, sebagai warga negara, rasanya kita harus tetap objektif memandang segala sesuatu. Bukankah kita adalah bagian dari sejarah ini? Oke, thanks a lot! Salam kenal!

Merkurius Adhi Purwono <adhi_p@yahoo.com> wrote:
Memang, diri pak Harto merupakan refleksi dari sebagian diri kita
sebagai bangsa Indonesia. Wajar kalau banyak rakyat Indonesia yang
sedih mengiringi kepergiannya. Termasuk saya.

Mudah-mudahan momentum duka ini bisa digunakan untuk melihat kembali
siapa diri kita sebenarnya sebagai bangsa Indonesia.

Salam,
Adhi Purwono.

--- In penulislepas@yahoogroups.com, "fitrahanugrah"
<fitrahanugrah@...> wrote:
>
> saya suka dengan tulisan ini yg berbicara ttg pak harto dgn objektif.
> sejarah hidup manusia memang terus berputar dan berjalan, dia pun
> berjalan sesuai sunnahtullah. pun gak usah terus mengungkit2 apa yang
> telah berlalu (catatan perjalanan pak harto selama memimpin
> negeri),....ya kenyataan sejarah sekarang yang harus dihadapi dan
> dijalani, cukuplah sejarah masa lalu sebagai ingatan dan kenangan
> pahit manisnya
>
>
>
>
>
> --- In penulislepas@yahoogroups.com, Weni Suryandari <wenivni@> wrote:
> >
> > Seorang wanita terduduk menangis. Matanya tak pernah beralih dari
> layar televisi. Disaksikannya rangkaian kilas balik sejarah naiknya
> Soeharto dalam memimpin negara sebagai presiden. Konon kata Ibunya,
> saat Pak Harto menjabat Presiden, Pak Harto sangat memperhatikan
> kemakmuran rakyat, ia perduli pada perut-perut lapar rakyatnya, ia
> perduli bahwa inflasi yang tinggi harus segera diatasi. Ia berusaha
> sekuat tenaga, melalui konsultan ekonomi yang dipercayanya pada saat
> itu agar ekonomi, pertanian, dan investasi dapat memakmurkan kehidupan
> rakyat Indonesia.
> > Sebentar-sebentar wanita itu mengusap air matanya. Ia tahu jika
> Bapak tidak begitu suka pada Pak Harto. Tapi wanita ini berpikir lagi.
> Bagaimana mungkin Bapak tidak menyukai Pak Harto, bukankah setelah
> Pak Harto menjadi Presiden, Ibu tidak perlu lagi mengantri minyak
> tanah? Barang-barang kebutuhan pokok menjadi mudah didapat? Apalagi
> Bapak sebagai pegawai negeri di sebuah Departemen, yang sering
> bepergian keluar daerah untuk meninjau dan memeriksa pertanggung
> jawaban pelaksanaan pembangunan, melihat betul betapa Pak Harto
> berusaha untuk mempermudah jaringan infrastruktur di daerah-daerah.
> Wanita itu menarik napas dalam-dalam. Pikirnya lagi, bahkan
> kuliahkupun dibiayai oleh beasiswa Super Semar, pekerjaan suamikupun
> menjadi mapan. Ia bersungut-sungut.
> > Disaksikannya Pak Harto muda dalam kilas balik. Begitu gagah dan
> kuat dalam memimpin Indonesia yang sangat majemuk dan sarat dengan
> persoalan. Wanita itu menitikkan lagi airmatanya. Dia merasakan betul
> derita rakyat Indonesia saat ini, betapa kemelaratan dan kelaparan
> terjadi dimana-mana, kemiskinan sudah sedemikian meluas tak
> terkendali, ditambah dengan bencana alam titipan Allah yang membuat
> seluruh umat manusia bercermin pada dosa-dosa pribadi maupun kolektif.
> > Tetapi kembali lagi wanita itu merenung. Janji janji
> kaum reformis, janji janji mereka yang menyatakan jika Pak Harto turun
> keadaan akan menjadi lebih baik, korupsi bisa terkendali, keprcayaan
> dunia untuk menanamkan modalnya di Indonesia akan meningkat.
> Bersatulah mahasiswa untuk memaksa Pak Harto mundur. Padahal mereka
> tumbuh besar dan menjadi mahasiswa yang kritis adalah berasal dari
> gaji yang diperolehnya dari negara, dimana Pak Harto masih berjaya
> saat itu. Maka Mundurlah Pak Harto dengan legowo.
> > Saat Pak Harto menyatakan berhenti, mungkin ia berpikir agar
> keadaan politik dan ekonomi negeri ini harus diselamatkan, kepercayaan
> dunia pada negeri ini harus dikembalikan.
> > Tapi apa yang terjadi sekarang? Pengangguran semakin banyak,
> setelah hampir sepuluh tahun ia melihat keadaan tak semakin baik,
> malah makin buruk. Wanita itu merenung.
> > Pernah sekali, dua bulan yang lalu wanita itu menggugat Bapaknya
> > " Mana janji-janji reformasi itu? Sudah Pak Harto turun
> kok malah keadaan tambah buruk? Beras mahal, kebutuhan makin sulit,
> minyak tanah susah, semua serba susah. Mas Ayi (suaminya) juga jadi
> susah cari kerjaan! Sampai kapan masyarakat akan menanggung kehancuran
> ini?"
> > Si Bapak menyahut,
> > " Ya justru itu kamu harus lihat dari sisi lainnya
> 'Nduk, Kamu tahu nggak kalau dulu itu hutang kita banyak pada IMF?
> Setiap kepala anak-anak kita akan menanggung hutang-hutang yang selama
> ini membebani negara. Tapi hutang yang kita dapat itu habis di korup
> oleh pejabat-pejabat kita saat itu. "
> > " Ya tapi toh tetap saja kemiskinan masih banyak. Dulu
> Pak Harto mengutamakan perut rakyat kecil, Pak."
> > " Tapi perbuatan Pak Harto itu yang menyebabkan negara
> kita jadi miskin kayak gini?"
> > " Tapi kan jelas beda Pak? Waktu dulu kebutuhan beras
> dan lainnya mudah didapat tapi sekarang malah susah? Katanya korupsi
> mulai diberantas, tapi tetap saja uangnya nggak ada tuh yang
> dikembalikan pada negara atau langsung dirasakan oleh rakyat banyak?? "
> > "Iya tapi semua ini terjadi gara-gara Suharto 'Nduk.
> Terlalu lama berkuasa dan tergantung pada hutang luar negeri"
> > "Ya, tapi sampai kapan? Apa sampai Fira (anaknya ke
> tiga) berumur 30 tahun? Kasihan sekali kalau harus menanggung semua
> ini?" Wanita itu menahan tangis yang tercekat dikerongkongan. Suaranya
> mulai serak
> > Matanya kembali menatap televisi, dan begitu banyak
> rakyat kecil termasuk pedagang-pedagang minyak tanah dan beras, pun
> pedagang asongan, menyatakan duka cita dan turut menangis. Coba? Sosok
> kuat itu toh masih lekat di hati masyarakat? Mana bukti-bukti yang
> dulu di gembar-gemborkan oleh reformis bahwa rakyat banyak yang susah
> dan miskin? Bahwa Suharto dibenci rakyat?
> > Kenyataan membuktikan bahwa politik itu kejam, membuat
> yang hidup jadi mati, yang makmur jadi lapar, yang korup makin korup,
> yang korup dibebaskan, dan sebagainya. Kenyataannya, dunia bisnis
> lesu, pengangguran makin banyak, minyak tanah dan beras susah di
> dapat, bahkan harga kedelai juga ikut melambung, keamanan
> mengkhawatirkan,
> > dan rakyat makin apatis.
> > "Yah kan nggak mungkin 'Nduk, Pak Harto terus-terusan
> berkuasa? Orang kan ada batas waktunya? Semua manusia pasti mati.
> Masa' Pak Harto terus yang di suruh memikirkan keadaan rakyat ini?"
> Bapak mlunak pada suatu hari.
> > "Tapi tetap saja Pak......................tidak ada
> pemimpin sekuat Pak Harto. Semuanya mbellll! Takut, ragu, nggak
> mikirin perut orang susah."
> > "Ya, kan belum ada yang pas di hati rakyat. Susah lo,
> mimpin negara? Jangan kamu kira SBY bisa!"
> > "Tapi aku merindukan sosok Pak Harto pak, yang masih
> mikirin perut orang lapar, kroninya aja yang pada rusak dan aji
> mumpung! Maksudku Pak.......bukan Pak Harto harus mimpin terus, tapi
> Presiden kita yang akan datang harus sekuat Pak Harto!"
> > Wanita itu yang dirundung kemelaratan dan putus asa
> menyekolahkan tiga anaknya dengan pekerjaan suaminya yang tidak tentu
> buru buru bangkit dari duduk. Dibiarkannya tivi menyala. Lagu Gugur
> Bunga mengalun. Wanita ini tambah sedih. Duh, mungkinkah bangsa ini
> bisa berubah ke arah yang lebih baik?
> > Segera wanita itu berwudhu dan melaksanakan sholat ghaib
> bersama suaminya. Bendera setengah tiang dipancangnya. Ia baca surat
> Al Fatihah sambil menangis dalam doa. Wanita itu, adalah orang awam
> yang bukan kerabat maupun sahabat apa lagi mantan pejabat.Innalillaahi
> Wa Inna Ilaihi Rooji'uun.
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
> Search.
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>

---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Sekolah-Menulis Online Resmi Dibuka Lagi
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================

=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================

Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================

Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================

Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253

=============================================

Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================


Recent Activity
Visit Your Group
Star Wars on Y!

Discover new content

Connect with other

fans & upload video.

Need traffic?

Drive customers

With search ads

on Yahoo!

Featured Y! Groups

and category pages.

There is something

for everyone.

.

__,_._,___