Saturday, February 9, 2008

[penulislepas] Cerpenku : Menjaga Hati

Bertahan menguatkan hati dan menjaga segenap perasaan serta
keyakinan
yang membuat Supri mampu bertahan hidup di kota besar. Kebutuhan hidup
yang naik, harga barang, tarif tol, bensin, harga rokok, serta makanan
di warung yang juga ikutan naik membuat Supri pusing, sedang
penghasilannya pas-pasan. Tak ada lagi penghasilan tambahan atau sisa
uang buat dia nabung, ngirim duit ke kampung, atau buat jalan-jalan
dan bersenang-senang. Supri kembali harus sabar, dan hidup dalam
keprihatinan. "Mau gimana lagi ? Harus apa lagi ? Selain nrima saja.
Apa gunanya protes. Terus cari tambahan duit dimana lagi ? Bisa aku
cuma nyopir, nyuci mobil....? Lebih baik aku gak usah mikirin nikah
apalagi pacaran. Lha wong hidup aza masih numpang, makan ngutang, baju
ngemplang punya teman, HP hilang di tukang gadai, terus aku mau
mikirin pacaran apalagi nikah. Apa kata dunia !" pikir Supri
merenungkan keadaan dirinya yang sepanjang hari tak berubah baik,
namun umurnya semakin bertambah.

"Eh. Supri ada yang mau pesen ban serep pick up. Elo mau ambil
ban serep mobil yang diparkir itu. Tinggal elo kempesin, terus
ditendang udah jatuh, lalu gue yang bawa. Duitnya bagi bareng beres
khan. Tar kalo boss tanya bilangin aza gak tahu. Sopirnya yang dapat
jatah mobil kiriman itu gak nge-chek mobilnya." tiba-tiba si Acim
masuk ke kamar Supri lalu membicarakan rencana mencuri ban serep. "Elo
jangan takut. Elo sendiri yang cerita kalo gak punya duit. Elo mau
nebus HP, mau jalan-jalan, nyari cewek, mau pingin pacaran, mau
nikah....Tapi elo gak berani spekulasi dan usaha nyari duit tambahan.
Gimana sih ? Jangan goblok-goblok jadi orang apalgi sok alim. Hidup di
kota besar ini kalo gak berani usaha begituan mana lagi bisa dapat
duit. Emang orang-orang yang banyak duit itu dapetnya dari mana ? ya
dari korupsi dan nyolong. Elo juga harus nglakuin " bujuk si Acim pada
Supri yang nampaknya ragu-ragu itu.

"Gue takut bang. Sungguh gue takut, gak berani nglakuin. Gue
takut dosa, takut ketahuan. tar uang hasil gituan gak berkah, uang
panas. Gak mau deh Supri" jawab Supri tegas ketika si Acim nampaknya
mau melancarkan paksaan dan rayuan. "Elo emang goblok. Elo emang bukan
teman gue. Elo tak akan kaya kalo caranya begitu. Awas elo kalo pinjem
duit sam gue kalo ada keperluan mendadak. Duit gue hasil begituan, elo
cuma mau duitnya aza" kata bang Acim yang sudah mulai kegerahan dengan
sikap Supri. "Biarin yang penting gue enjoy. Gak pa2 deh gak berteman
sam Elo. Elo emang teman yang ngeselin kok. Gak ngajak temannya hidup
enak malah mau njerumuskan temannya. Gue ingat berapa kali elo niat
mau njerumuskan gue, ngrayu gue ngikutin cara elo. Kagak bisa, kagak
mungkin bang" sahut Supri. "Sana cari orang yang lainnya aza yang mau
nglakuin" kata Supri setengah mengusir si Acim keluar dari kamarnya.

"Aku gak mau dan akan melakukan cara-cara kotor buat nyari
tambahan duit. Biarpun hidupku pas-pasan, utangku numpuk di warung
banyak dan aku gak punya tabungan apalagi sisa uang yang cukup buat
pulang kampung atau ngirim orang tua uang" pikir Supri kembali.
"Banyak cara lain bang Acim buat cari uang yang halal" teriak Supri
entah didengar atau tidak oleh si Acim yang sudah ngleyor pergi.

Hati nurani Supri tidak bisa menerima dan memberontak dengan
adanya cara-cara seperti itu, namun bukan hanya dalam hal itu saja.
Sebetulnya hatinya sakit ketika dia mendapatkan kenyataan bahwa dalam
pekerjaannya, dalam kehidupannya dia harus bergaul dengan para
pemabuk, penjudi, pezinah, dan bergaul dengan orang-orang yang tak
pernah terpikirkan ketika dia masih sibuk ikut pengajian dan semasa
sekolah dulu. Supri terpaksa menerima kenyataan seperti itu karena dia
bekerja di sebuah usaha pengangkutan yang mengharuskan bergaul dengan
orang seperti itu. Dia bisa menerimas orang itu dalam hal pekerjaan,
dalam hal nyari duit, namun dia tak akan menerima bila dia harus
mengikuti kehidupan dari teman-temannya yang bandel itu. "Gak apa-apa
gak punya teman. Gak pa-pa tiap hari harus dihina, diledekin karena
gak mengikuti caranya. Gak pa-pa hidupku kayak begini, yang penting
aku bisa hidup, bekerja dan sembahyang dengan baik. Siapa tahu Gusti
Allah akan berbaik hati dengan memberi aku hidup yang lebih baik.
Gusti Allah khan Maha Suci, Maha Mendengar, Maha Tahu, Maha Kuasa, dan
Maha Kaya, dan Maha Welas Asih" pikirnya bila ia mendengar ledekan dan
hinaan dari temannya tentang keadaannya.

Sore menjelang perut Supri yang belum sarapan dan makan siang
tiba-tiba minta diisi makanan. Supri selama ini hanya mengganjal
perutnya dengan Secangkir kopi hitam, pisang satu biji, dan rokok dji
sam soe. Ini dilakukan buat menghemat pengeluaran buat makan. Supri
pun ke warung langganannya. "Mbakyu (jawa:kakak perempuan) biasa nasi
putih, sam telur dadar dan tempe goreng. Minumnya es teh manis"
permintaan Supri ke penjual warung tegal. "Baik mas" jawab mbak Dewi
si penjual warung. Tak lama nasi pesanannya pun dihidangkan. "Nih Mas"
katanya.

Supri pun melahap nasi pesanannya. Setelah makan dia
mengeluarkan rokok dji sam soe ecerannya dari kantong baju, ia
nyalakan dan menghisap dalam-dalam. Entah apa yang dibayangkan dan
dikeluarkan dari hisapan rokoknya itu. "Mbakyu boleh tanya hutang saya
sudah berapa ya?" tanya Supri. "Masih belum habis bulan kok tanya Mas"
jawab Dewi. "Gak gitu takut hutang saya gede tar gaji bulanan bisa
kebobolan. Maaf lho Mbakyu" jawabnya dengan nada sedikit malu. "Gak
usah dipikirin mas. Percaya kok mas mesti bayar hutangnya tiap akhir
bulan biar dikit atau banyak. Gak kayak teman mas yang lain pada
nunggak, bingung mau ditagih jawabanya tar-sok, tar-sok, nunggu
gajian. Padahal kalo gajian jarang bayar lho mas" terang Dewi.

"lho.lho kok bisa begini. Bisa bangkrut nih warung. Uangnya
khan buat modal ya mbakyu? Siapa sih orang itu mbakyu? " tanya Supri
menyelidiki dan tak lupa ia menghisap lagi rokoknya dalam-dalam. "Ya
itu si Acim, mas Bambang, mbah Warno, Mad Uung" jawab Dewi. "Mereka
khan juga punya gaji. Mereka khan punya uang. Malah lebih jika
dibandingkan dengan uangku ini. Wah kok bisa begitu ya? Mbak gak nagih
atau nglaporin ke pak Bambang (bos/pimpinan mereka)" terang Supri.
"Nggak ah. Biarin aza. Kalau inget ya sudah. Kalau nggak inget ya di
akhirat aj nagihnya. hihihi....." jawab Dewi sambil tersenyum untuk
menutupi kekesalan dirinya. "Ya sudah mbakyu. Saya pulang dulu. Biasa
ya. Saya dicatet dulu. Maaf lho mbakyu. hehehe...." kata Supri ketika
mau meninggalkan warung. "Ya gak pa-pa aku ngerti kok" jawab Dewi
sambil tersenyum melihat Supri yang agak malu-malu kalau ngomong mau
hutang makan dulu.

"Ada apa ini kok teman-temanku pada nunggak di warung? emangnya
duitnya buat ngapain aza sih. Kasihan tuh penjual warung. duitnya mau
diputar buat modal. Wah kayak gini harus kuselidiki nih. Teman-temanku
ngapain aza?" pikir Supri dalm perjalanan menuju ke kamar kostnya. Tak
lama ia masuk kamar mandi mau mandi sekalian sholat maghrib.

__._,_.___
Sekolah-Menulis Online Resmi Dibuka Lagi
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================

=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================

Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================

Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================

Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253

=============================================

Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================


Recent Activity
Visit Your Group
Star Wars on Y!

Discover new content

Connect with other

fans & upload video.

Sell Online

Start selling with

our award-winning

e-commerce tools.

Best of Y! Groups

Discover groups

that are the best

of their class.

.

__,_._,___