PENDIDIKAN YANG RELEVAN
Pendidikan disebut relevan, apabila ia mampu memberikan kepada para peserta didik bekal hidup yang sesuai, sehingga ia dapat menata kehidupan dan penghidupannya secara mandiri didalam lingkungan dan era tertentu. Pendidikan di Indonesia baru relevan, apabila ia mengahasilkan manusia Indonesia yang mampu mengatur kehidupan dan penghidupannya didalam wilayah Indonesia yang begitu luas dan bervariasi, dan yang mulai memasuki era teknologi dan globalisasi. Bekal hidup yang dibutuhkan tiap manusia di abad ke-21 ini terdiri atas komponen-komponen utama sbb: 1) pengetahuan dan ketrampilan; 2) sikap-sikap kejuruan/keprofesia
Pendidikan yang relevan menuntut kita membuat semacam "peta" kebutuhan akan pengetahuan dan ketrampilan yang dituntut oleh keadaan berbagai wilayah di Indonesia, sekarang ini dan dalam perspektif masa depan. Ada pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan dimana saja, akan tetapi ada pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan secara khusus di wilayah tertentu. Ada wilayah pertanian dengan lahan kering dan lahan basah. Ada wilayah maritim dan kehutanan dengan berbagai kekayaan yang terdapat didalamnya. Ada wilayah pertambangan, wilayah industri, wilayah kehutanan. Ada wilayah pariwisata dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Dimana-mana terdapat kegiatan tranportasi baik lewat darat, laut maupun udara; demikian pula selalu ditemukan kegiatan perdagangan baik baik grosir atau eceran, maupun perdagangan antardesa, antarkota, antarpulau dan bahkan perdagangan internasional. Ada lagi berbagai jenis pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari pelayanan kesehatan, pendidikan sampai dengan pelayanan advoaksi hukum. Dalam rangka hubungan dan kerja sama antarbangsa mulai terjalin hubungan-hubungan internasional di dalam berbagai bidang, baik ekonomi dan bisnis maupun pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan pengembangan iptek. Supaya pendidikan benar-benar relevan dunia pendidikan khususnya persekolahan harus membina manusia-manusia Indonesia yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai, demikian pula sikap keprofesian dan -last but not least- kadar moralitas yang dapat diandalkan untuk menghadapi situasi hidup konkritnya di berbagai wilayah di tanah air.
Bahwa pendidikan di Indonesia belum relevan terbukti dari sekian banyak tamatan dan lulusan, yang tidak diterima di pasar kerja karena tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan serta sikap keprofesian yan dituntut. Bukti lain adalah kebalikannya. Sekolah-sekolah menghasilkan lulusan dengan pegetahuan dan ketrampilan untuk pekerjaan/jabatan yang sudah penuh terisi atau untuk pekerjaan/jabatan yang perlahan-lahan mulai hilang. Itu sebabnya terjadi antrian panjang, terkadang dengan korban jiwa, ketika dibuka kesempatan melamar jabatan tertentu. Lowongan yang tersedia hanya puluhan atau paling banyak ratusan, tetapi yang melamar ribuan, bahkan puluhan ribu. (Pendaftaran calon PNS/guru diberbagai provinsi!). Ada pengetahuan dan ketrampilan yang tetap disajikan di sekolah, walaupun tidak lagi bermanfaat. Pengetahuan dan ketrampilan itu dahulu memang dibutuhkan tetapi di era modern ini tidak lagi. Dahulu penguasaan stenografi sangat membantu seseorang sekretaris atau pewawancara. Sekarang tidak lagi! Yang digunakan adalah alat-alat perekam canggih. Kemampuan menggunakan alat-alat ini, bahkan kalau boleh kemampuan memperbaikinya lebih penting dari pada penguasaan steno. Namun, tetap saja steno menjadi mata ajaran dan mata ujian yang dituntut, bahkan dituntut secara mutlak. Dunia di abad ke-21 ini menuju ke masyarakat iptek, knowledge society. Pekerjaan kotor, blue collar jobs menciut dan digantikan dengan white collar jobs yang didukung oleh penguasaan pengetahuan dan ketrampilan berdasarkan iptek. Sopir taksi, pengemudi traktor dan petani akan kehilangan rekan-rekan seprofesi, kalau ia hanya mampu menggunakan kekuatan fisiknya saja. Ia harus mampu juga menangani alat-alat canggih yang digerakkan mesin, bahkan digerakkan komputer. Tugas berat dipikulkan ke dunia pendidikan, untuk mempersiapkan generasi pekerja jenis baru yang tidak lagi hanya mengandalkan otot tetapi juga otak.
Untuk generasi muda di abad ke-21 ini tuntutan menguasai bahasa internasional, sebagai media komunikasi antarbangsa makin dirasakan. Bahasa internasional adalah Inggris. Kebanyakan iklan lowongan pekerjaan di koran-koran besar mencantumkan sebagai persyaratan (mutlak!) fluent in English. Untuk perdagangan dan hubungan internasional di kawasan Asia Timur, penting juga menguasai bahasa Cina atau Jepang.
Relevansi pendidikan di Indonesia menghadapi satu tantangan khusus, yaitu variasi lingkungan hidup yang begitu besar. Keadaan dan tuntutan wilayah-wilayah di Indonesia tidak sama dari Sabang sampai Merauke. Tuntutan yang berbeda ini menyebabkan apa yang disajikan dan dilakukan di satu daerah tidak akan persis dengan yang ada di daerah lain. Walau ada benang merah, selalu terdapat warna dan ciri khas dalam pembinaan generasi muda di berbagai wilayah RI. Hal ini jangan dianggap sebgai beban, tetapi harus dilihat sebagai tantangan yang mendorong kita untuk kreatif.
Daerah-daerah otonom diharapkan dapat membuat peta kebutuhan jenis pendidikan yang relevan, sambil membuat analisis SWOT berdasarkan keadaan lingkungan masing-masing. Di satu sisi harus ada sistem pendidikan nasional, yang menjamin kesatuan dan keutuhan bangsa, tetapi di sisi lain harus ada peluang untuk menerapkan variasi di dalam sistem yang satu dan sama itu. Tanpa variasi yang dikembangkan secara bertanggung jawab, sistem persekolahan nanti menjadi sangat uniform/seragam dengan akibat: tidak relevan sama sekali.
Variasi menjamin bahwa lembaga pendidikan di wilayah tertentu benar-benar dapat menghasilkan lulusan yang dibutuhkan demi pengembangan wilayah yang bersangkutan. Memang harus diperhitungkan juga mobilitas penduduk yang makin meningkat dewasa ini. Oleh sebab itu, penampungan murid yang berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain harus dimungkinkan. Namun, bagaimanapun jumlah yang berpindah jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang menetap di wilayah tertentu. Yang menetap inilah yang harus diperhatikan.
The information transmitted is intended only for the person or the entity to which it is addressed and may contain confidential and/or privileged material. If you have received it by mistake please notify the sender by return e-mail and delete this message including any of its attachments from your system. Any use, review, reliance or dissemination of this message in whole or in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are susceptible to change. The views expressed herein do not necessarily represent those of PT Showa Indonesia Manufacturing and should not be construed as the views, offers or acceptances of PT Showa Indonesia Manufacturing.
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___