Memang jelas kita nggak bisa menyalahkan media. Tetapi, kita pun harus kritis terhadap media. paling tidak, kita tidak menelan mentah-mentah pemberitaan media sebagai sebuah kebenaran yang objektif. Bagaimanapun juga, media punya ideologi dan kepentingan, sehingga media pun akan mengambil sudut pandang sejalan dengan ideologi dan kepentingannya.
Semakin maju sebuah masyarakat, dia akan semakin gampang terseret dalam arus pemberitaan media. Teman saya bilang, media itu ibarat nabi bagi orang moderen. Media bersabda, masyarakat berbondong2 mengikutinya.
Dalam sebuah seri James Bond 007 (saya lupa judulnya) tergambar jelas betapa pentingnya media dan siapa yang berada di belakang media (pemilik modalnya).
Back to Indonesia dalam kasus kematian si Embah kemaren, siapakah yang berada dibelakang media? Tebak sendiri.
----- Original Message -----
From: jarene media
To: penulislepas@
Sent: Thursday, January 31, 2008 9:44 PM
Subject: Re: [penulislepas] Re: Media Massa Indonesia Dinilai Tidak Objektif
Media seakan berlomba-lomba menampilkan tayangan terbaiknya (elektronik) atau halaman terbaiknya (cetak).
Tapi jangan sepenuhnya melawan media. Karena masyarakat kita juga mayoritas membutuhkan berita semacam itu. Lihat saja Lapindo yang sampai sekarang belum terselesaikan kasusnya. Apa Lapindo sudah tidak penting lagi?
Sorotan media terhadap Pak Harto memang berlebihan, tapi sebenarnya masyarakat juga melek media. Kapan??
Salam
----- Original Message ----
From: alyafebrina <alyafebrina@
To: penulislepas@
Sent: Thursday, January 31, 2008 6:16:05 PM
Subject: [penulislepas] Re: Media Massa Indonesia Dinilai Tidak Objektif
harry tan yang tiba-tiba besar sebagai raja bisnis media (MNC grup)
toh duduk manis tak berkomentar ketika banyak anti-suhartois seperti
fadjroel rahman dan george aditjondro mencium modus baru keluarga
cendana menjaga pondasi bisnis medianya. tutut dan bambang
(bimantara) berpura2 pailit, tapi sesungguhnya menyiapkan boneka
bernama harry tanusudibyo, yang guritanya mulai gentayangan ke media
elektronik. tapi hebatnya dan cantiknya skenario yang dibuat, waktu
27 januari, yang dapat tayangan eksklusif justru TVRI. hebat nian
--- In penulislepas@ yahoogroups. com, firdaus cahyadi <firdaus_c@. ..>
wrote:
>
> SUARA PEMBARUAN DAILY
> ------------ --------- --------- ---
> Pemberitaan Soeharto
> Media Massa Indonesia Dinilai Tidak Objektif [JAKARTA]
Sebagian besar media massa Indonesia memberitakan mantan Presiden
Soeharto wafat secara tidak objektif. Sebagian besar media massa
memberitakan Soeharto sebagai orang yang sangat berjasa, padahal
kejahatan yang dilakukannya terhadap rakyat selama memerintah sangat
banyak.
> "Media-media terbawa arus sikap pemerintah, sehingga terkesan
memberi keistimewaan yang berlebihan terhadap Soeharto," kata
Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan
(Kontras), Usman Hamid, kepada SP, Senin (28/1).
> Usman menyayangkan media massa Indonesia yang tidak
melaksanakan kewajiban untuk mengungkapkan kebenaran dalam
memberitakan Soeharto. Padahal, media mempunyai tanggung jawab
sosial untuk memberi keseimbangan berita secara objektif dalam
kerangka pendidikan publik menuju perubahan.
> Mantan aktivis 1998 itu meminta media massa Indonesia tidak
lupa atas sejumlah hal mengenai Soeharto, yakni statusnya yang masih
sebagai terdakwa kasus korupsi serta perlakukan Soeharto yang tidak
manusiawi dan tidak menghargai Soekarno sebagai seorang presiden
yang sangat berjasa untuk Indonesia.
> Dikatakan pula, sejak Soeharto dirawat sampai pada acara
pemakamannya, berita sebagian besar media massa Indonesia terkesan
memaksa publik melupakan korban politik penguasa Orde Baru itu dan
menihilkan moralitas politik reformasi. "Saya meminta media massa
Indonesia jangan melupakan kekejaman dan kejahatan yang dilakukan
Soeharto," kata dia.
> Hal senada Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Hendardi.
Dia menyatakan sangat ironi sebagian besar media massa Indonesia
tidak menyuarakan suara korban kekejaman dan kejahatan
Soeharto. "Ironi, wafatnya Soeharto oleh sebagian besar televisi
lokal juga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutnya sebagai
kepergian pahlawan yang berjasa besar, putra terbaik bangsa. Lagu
gugur bunga bersambung-sambung, " kata dia.
> Padahal, ujar Hendardi, media massa asing menjuluki Soeharto
sebagai diktator brutal, koruptor terbesar dalam sejarah pemimpin
dunia, dan bertanggung jawab atas pembunuhan ratusan ribu rakyatnya
sendiri.
>
> Preseden Buruk
> Pakar komunikasi politik Effendi Ghazali juga menyayangkan
media massa yang berlebihan dalam memberitakan tentang rasa simpati
kepada Soeharto. Pemberitaan yang berlebihan itu bisa menjadi
preseden buruk. Bisa saja muncul kesan di kemudian hari bahwa semua
presiden Indonesia tidak bisa dihukum meski bersalah.
> "Dengan situasi seperti ini, pemimpin-pemimpin kita sejak
sekarang sudah mengatur preseden bahwa setiap presiden harus
dimaafkan meski dia bersalah. Itulah yang berbahaya," ujar dia.
> Dengan pemberitaan seperti ini pula, kata dia, akan sulit
menjelaskan kepada masyarakat lapis bawah tentang siapa sebenarnya
seorang Soeharto. Pikiran masyarakat dibuat seolah-olah saat
Soeharto memimpin sangat mudah mencari minyak tanah, tempe, dan
kebutuhan pokok lain. "Sehingga, mereka terkesan memiliki kerinduan
terhadap kepemimpinan Soeharto," ujar dia.
> Sedangkan masyarakat yang melek politik, situasi seperti
sekarang dilihat sebagai akumulasi dari kekecewaan yang dirasakan
saat Soeharto memimpin negara ini. "Karena itu, tidak mengherankan
jika respons yang muncul adalah tidak menanggapi kebijakan memasang
bendera setengah tiang dan iklan duka cita di media massa yang
relatif kurang," ujar dia.
> Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Andrinof A
Chaniago menilai pemberitaan media massa terkesan bersifat
generalisasi dukungan dan simpati terhadap Soeharto. Media massa
tidak melihat dulu secara keseluruhan sikap rakyat Indonesia
terhadap Soeharto sebelum menentukan arah pemberitaan.
> "Pemberitaan tentang wafatnya Soeharto saat ini, khususnya
media massa elektronik, sudah berlebihan. Padahal, media harus
terlebih dahulu mengetahui sikap masyarakat secara keseluruhan, "
ujarnya.
> Andrinof mengemukakan boleh saja media massa, pejabat
pemerintah, dan tokoh-tokoh politik menunjukkan sikap simpati yang
berlebihan terhadap mantan penguasa Orde Baru itu. Tetapi, jangan
sampai simpati itu mengaburkan pelajaran sejarah untuk mendidik
generasi muda yang akan datang dengan baik dan benar.
> Dia juga mempertanyakan adanya ide pemberian gelar pahlawan
kepada Soeharto. Menurut dia, wacana pemberian gelar pahlawan itu
dilakukan oleh orang-orang yang memiliki hubungan emosional dengan
jenderal besar itu.
> "Seharusnya ide tersebut tidak boleh dimunculkan karena
dorongan emosional sesaat dari orang-orang yang saat ini ada di
pemerintahan. Kalau pun ada yang sungguh-sungguh dengan ide seperti
itu, tindak lanjutnya harus diserahkan kepada para ahli yang
independen," kata Andrinof. [E-8/M-16]
>
> ------------ --------- --------- ---
> Last modified: 28/1/08
>
> ------------ --------- --------- ---
> Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo!
Search.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
<!--
#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;
-->
<!--
#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:
-->
<!--
#ygrp-mlmsg {font-size:13px;
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:
#ygrp-text{
font-family:
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-
.bld{font-weight:
#ygrp-grft{
font-family:
#ygrp-ft{
font-family:
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:
#ygrp-vital{
background-color:
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:
#ygrp-vital a{
text-decoration:
#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:
#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%
blockquote{margin:
.replbq{margin:
-->
____________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___