duuh, gimana keadaan beliau di alam sana? apalagi kalu baca keluhan
kang rusdii.
--- In penulislepas@
> "Ex-Dictator Died at 87!"
> (13.10, Hasan Aspahani)
>
> Ah dasar berpulangnya pun masih tetap dicurigai menyusahkan pihak
lain.
>
> -----Original Message-----
> From: "Rusdi Mathari" <rusdi_man@.
> To: penulislepas@
> Date: Tue, 05 Feb 2008 14:10:08 -0000
> Subject: [penulislepas] Bahkan Hingga Mati, Soeharto Tak Berpihak ke
Tempo
>
> Setelah tertinggal seminggu menulis kematian dan sepak terjang
> Soeharto, majalah Tempo yang baru terbit Senin kemarin justru
diprotes
> umat Katolik. Sampul depan majalah itu dianggap telah menyamakan
Yesus
> dengan Soeharto.
>
> Oleh Rusdi Mathari
> SOEHARTO yang meninggal dunia pada 27 Januari 2008, tak membawa
berkah
> kepada majalah Tempo. Saat meninggal pada pukul 13.10 pada hari
Minggu
> itu, majalah Tempo edisi 49/XXXVI/28 - 3 Februari 2008 sudah naik
> cetak dengan laporan utama tentang jatuhnya harga saham dunia.
Sebuah
> laporan yang dipersiapkan beberapa hari sebelumnya, menyusul
rontoknya
> bursa saham dunia. Kematian Soeharto pada saat majalah itu sudah
naik
> cetak, tentu saja membuat awak redaksi Tempo harus "memutar otak"
agar
> berita itu juga bisa dimuat oleh Tempo yang terbit mingguan dan
> disiplin dengan rapat perencanaan.
>
> Karena tak ingin ketinggalan berita karena akan terbit dan beredar
> pada Senin keesokan harinya, saya menduga pimpinan Tempo kemudian
> menyetop proses naik cetak itu, meminta awak artistik membuat sampul
> majalah yang baru dengan gambar Soeharto, lalu membuang sekitar 12
> halaman berita di dalamnya dan menggantinya dengan berita kematian
si
> Jenderal Besar. Serba mendadak tentu saja sehingga isi majalah Tempo
> karena itu didominasi oleh foto-foto kematian Soeharto. Ongkos yang
> dibayar Tempo memang sangat mahal secara finansial dan secara materi
> berita meskipun berhalaman-halaman iklan ucapan duka cita juga
begitu
> cepat diperoleh tim AE Tempo.
>
> Kepada mas Bambu (Bambang Bujono-mantan Pemimpin Redaksi majalah
D&R)
> dan Dede (Nugroho Dewanto-wartawan Tempo) di tempat yang berbeda
saya
> berseloroh, "Soeharto kok ya tega kepada Tempo, mati pada saat
majalah
> itu sudah naik cetak." Dua orang itu tergelak.
>
> Senin kemarin (4 Februari 2008) Tempo tentu saja "membalas dendam"
> ketertinggalan berita soal kematian Soeharto itu. Laporan utama
edisi
> 50/XXXVI/04 - 10 Februari 2008 itu menurunkan seabrek tulisan
tentang
> Soeharto, bukan hanya soal kematiannya melainkan juga sepak
terjangnya
> selama berkuasa. Sebuah laporan yang cukup tebal, yang saya tahu
> sebagian tulisan itu sudah dipersiapkan oleh awak Tempo jauh-jauh
hari
> sejak kira-kira enam atau tujuh tahun lalu. Pramoedya Ananta Toer
yang
> diwawancarai sebagai sumber pada beberapa tulisan dan M. Sadli yang
> menulis kolom berjudul "Tentang Pasar dan Ekonomi Soeharto" bahkan
> sudah lebih dulu mati dari Soeharto.
>
> Celaka. Tempo yang menuliskan laporan lengkap tentang Soeharto itu
> bahkan menurut saya terlalu lengkap jika dibandingkan dengan liputan
> media cetak lain dan terutama dibandingkan dengan liputan televisi
> kali ini menuai protes. Sampul muka Tempo yang menukil lukisan
> Leonardo d Vinci berjudul "The Last Super" yang menggambarkan Yesus
> dan para muridnya usai bersantap malam diganti oleh awak artistik
> Tempo dengan Soeharto dan anak-anaknya. Umat Nasrani terutama umat
> Katolik merasa "terganggu" untuk tidak disebut tersinggung dengan
> sampul muka Tempo itu karena tidak menghormati Yesus dan
menyamakannya
> dengan Soeharto, dan murid-murid Yesus disamakan dengan anak-anak
> Soeharto.
> Di milis Forum Pembaca Kompas, Satrio Arismunandar (wartawan Trans
TV)
> yang saya tahu adalah orang pertama yang memposting email dengan
> subjek "Protes terhadap cover Tempo tentang Soeharto" itu pada 4
> Februari 2008 pukul 5.49 pagi (lihat "Protes terhadap Cover Tempo
> tentang Soeharto", milis Forum Pembaca Kompas, 4 Februari 2008).
Email
> itu bukan berasal dari Satrio pribadi melainkan dari Pingkan Permata
> yang dikirim ke milis begundal-salemba@
>
> Isinya kurang lebih mempertanyakan kreativitas awak artistik Tempo.
> Pingkan antara lain bertanya, "Apakah sudah ada ijin dari pihak yang
> mempunyai hak terhadap karya tersebut?" dan menyatakan bahwa "karya
> Leonardo da Vinci itulah yang dinodai oleh Tempo atas nama
kreativitas.
>
> Saya tak mengikuti milis begundal-salemba itu, sehingga tak
mengetahui
> persis mengapa Pingkan merasa perlu mempertanyakan kreativitas awak
> artistik Tempo dalam soal pembuatan sampul majalah itu. Namun dari
> penjelasan Pingkan selanjutnya, email itu kemungkinan besar sedang
> menjawab peserta milis yang lain yang merasa tersinggung dengan
> "perubahan" gambar The Last Super itu.
>
> Posting dari Satrio itu lalu ramai mendapat tanggapan. Hingga saya
> menulis artikel ini pada pukul 20.30 WIB, sudah ada 30 penanggap
atas
> posting Satrio. Macam-macam, mulai yang protes dan tersinggung,
> mencoba mendinginkan suasana hingga sekadar cuap-cuap lewat tulisan.
> Puncaknya para pemuda yang mengatasnamakan perwakilan umat Katolik
> mendatangi kantor majalah Tempo, di Jalan Proklamasi 72, Jakarta
> Pusat. Mereka adalah Forum Komunikasi Alumni PMKRI, Pemuda Katolik,
> Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Forum
> Masyarakat Katolik Indonesia, Solidaritas Demokrasi Indonesia,
Wanita
> Katolik Republik Indonesia, dan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia.
> Bukan hendak berunjuk rasa apalagi melakukan kekerasan fisik seperti
> yang pernah dilakukan anak buah Tomy Winata, dulu pada 8 Maret 2003,
> kepada Bambang Harimurti.
>
> Mereka yang berjumlah delapan orang itu datang ke kantor Tempo untuk
> meminta penjelasan soal sampul majalah Tempo. "Kita tidak demo,
hanya
> ingin berdialog," kata Ketua Forum Komunikasi Alumni PMKRI, Hermawi
> Taslim kepada detikcom (lihat "Perwakilan Katolik dan Tempo
Berdialog
> Soal Cover Majalah", detikcom 5 Februari 2002))
>
> Awak redaksi Tempo saya percaya tentu saja senang dengan cara-cara
> beradab semacam itu. Apalagi menurut saya, sangat kecil
> kemungkinannya, bahwa awak redaksi Tempo dengan sampul majalah yang
> dinukil dari kaya Davinci itu, sejak awal berniat membuat
tersinggung
> umat Katolik apalagi misalnya menyamakan Soeharto dengan Yesus. Di
> selain agamanya berbeda, di Tempo juga banyak wartawan dan karyawan
> yang beragama Katolik.
>
> Pemimpin Redaksi majalah Tempo, Toriq Hadad, karena itu lantas perlu
> menyampaikan, bahwa, "Untuk segala hal yang menimbulkan
> ketersinggungan, menimbulkan rasa tidak nyaman, menimbulkan sakit
> hati, saya sebagai pemimpin redaksi Tempo, memohon maaf" (lihat
> "Majalah Tempo Minta Maaf Soal Cover Edisi Soeharto", detikcom 5
> Februari 2008)
>
> Saya tertawa ketika menulis artikel ini, karena ingat dialog dengan
> mas Bambu dan Dede, soal Soeharto yang memilih mati di hari Minggu,
> ketika Tempo justru sudah naik cetak. Jangan-jangan Soeharto memang
> dendam ke Tempo dan bermaksud agar majalah itu ketinggalan menulis
> soal kematiannya? Ah jangan-jangan
>
> *Artikel lain bisa dibaca di http://www.rusdimat
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___