Format diri adalah merekonstruksi ulang tentang pemahaman manusia terhadap dirinya secara pribadi. Mengingat bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang sempurna dan mempunyai tugas dalam menjalani hidup dimuka bumi.
Tugas manusia yang sering terlalaikan adalah mengenal dirinya. Karena dengan kenal diri berarti kita mengenal Tuhan dan mengenal kiprah diri terhadap hidup dan kehidupan ini.
Ruang dan waktu merupakan batasan manusia untuk sadar akan nilai-nilai keharmonisan terhadap tujuan hidupnya. Nilai-nilai keharmonisan yang saya maksud adalah bagaimana cara kita menyelaraskan antara kehendakNya dan keinginan kita terhadap hidup yang kita maksud. Karena setiap diri manusia terdapat cara-cara yang berbeda dalam 'menanggapi' hidup dan kehidupan, walaupun berbeda-beda cara, tetap 1 esensi yang melandasi cara-cara tersebut yaitu "mengenal Tuhan"
Bagaimana mungkin kita dapat mengetahui peta hidup ke depan, bila kita tidak tahu awal dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, sampai saat ini. Untuk mempermudah dan mempersingkat sehingga dapat menembus lintas batas yang jelas tentang Pemahaman Mengenal Peta Kehidupan ada beberapa step untuk difahami.
Hal diatas mempunyai sejarah ruang dan waktu, maka dari itu tulisan tersebut hanya menyarankan anda, cukup dengan mengumpulkan data tentang diri dari masa lalu sampai saat dimasa kini (sekarang) atau kembali mengingat masa kanak-kanak hingga saat sekarang.
Yang mana data tersebut merupakan modal awal bagi diri yang mau berusaha untuk memformat dirinya sendiri. Saya yakin siapapun tidak akan dapat merubah diri kita, kecuali Tuhan dan diri secara pribadi.
Mengumpulkan Data tentang diri yang saya maksud juga berguna untuk menguji kemampuan kita sejauh mana kita "merenung" tentang siapa diri kita. Dan bagaimanakah kita menanggapi hidup ini.
Perjalanan hidup setiap manusia adalah "jejak-jejak' kepribadian yang harus terus dipelajari. Ketika "jejak-jejak" tersebut sudah tidak bernilai apa-apa bagi diri maupun lingkungan sekitar atau sudah tidak seimbang lagi dengan keadaan zaman ini. Maka, proses pengenalan diri terhadap lingkungan harus terus disesuaikan dengan keadaan zamannya.
Dengan mengumpulkan data tentang diri, kita akan mampu melakukan analisa kedalam diri. Agar dapat mengukur batasan kita sebagai makhluk manusia yang utuh.
Dalam menganalisa diri, akan lebih baik bila kita melihat diri kita dari berbagai sisi pandang dan selalu tercerminkan dari apa yang telah kita perbuat dalam keseharian dimasa yang lalu sampai saat ini. Karena setiap saat, diri kita selalu mengalami "kemajuan" atau "kemunduran" dalam berfikir, dan dalam memandang sesuatu hal yang saling berkaitan dengan situasi/keadaan diri kita secara pribadi. hal tersebut sangat penting untuk dijadikan bahan pertimbangan diri kita, bagi yang sedang belajar dan yang mau belajar tentang hidup dan kehidupannya.
Belajar akan nilai kepribadian dirinya sendiri, pasti pernah merasakan kehampaan yang disertai kegelisahan untuk mengetahui peta kehidupan, dimana kegelisahan tersebut sulit untuk kita fahami bila tidak melalui proses perenungan.
Menjalani proses hidup dan kehidupan ini, tergantung sedalam apa kesadaran, kejujuran, keterbukaan hati dalam diri. Ketiga hal tersebut muncul untuk memberi nilai-nilai kepribadian terhadap diri, Keluarga, Lingkungan, Negara, Alam Semesta.
Edisi, APLIKASI FORMAT DIRI sengaja saya sajikan sebagai penambah wawasan bagi yang ingin memahami hidup dan kehidupan didunia ini, sebab KASIH SAYANG TUHAN selalu ada disetiap "gerak" hidup dan kehidupan ini, asal kita mau berfikir dan mempunyai waktu untuk "jeda" untuk berdialogh dengan hati nurani kita.
Kesadaran
Kesadaran adalah suatu 'nuansa' kepribadian diri yang didapat dari pemikiran ulang atau analisa ulang tentang kepribadian atau laku terhadap lingkungan sekitarnya.
Setiap diri yang sudah memikirkan tentang JATI DIRI dan selalu ingin berbuat banyak untuk orang lain adalah tanda-tanda manusia yang sudah menemukan titik kesadaran. Dimana kita telah sadar akan laku kita terhadap lingkungan sekitar. Sehingga dalam menjalani proses menuju masa yang akan datang, kita merasa membutuhkan in put dari sisi mana saja, untuk melengkapi data informasi yang jelas, agar dalam melanjuti kehidupan ini tidak berada di daerah abu-abu (grey area).
Tidak sedikit orang yang terjebak dalam permasalahan dirinya sendiri, sehingga dalam memecahkan permasalahannya pun setengah-setengah atau tidak menemukan solusi sama sekali.
Hal tersebut dapat terjadi, lantaran tidak adanya waktu jeda untuk merenung kedalam (intropeksi diri). Sebab setiap diri pasti membutuhkan "ruang dan waktu" untuk komunikasi terhadap dirinya sendiri.
Sudah merupakan hukum MUTLAK bahwa manusia itu cenderung dari alpa. Alpa dalam mengenal dirinya sendiri, sehingga yang dicari dalam menyempurnakan kebutuhan hidup menjadi kurang tepat.
Tepat atau tidaknya yang dicari dapat dilihat dari "ketenangan jiwa". Bila diri kita tidak pernah merasa puas dalam mendapatkan sesuatu dalam hidup ini berarti kita belum menjadi golongan orang yang tenang jiwanya.
Kesadaran adalah bagian dari sifat jiwa. Jiwa adalah kepunyaan setiap makhluk hidup. Jiwa manusia bila ingin difahami dapat memberikan kehidupan bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Untuk mencapai ketahap saling menghidupi sesama kita (manusia) harus melalui proses kesadaran yang dalam.
Kesadaran juga merupakan hasil dari kegiatan manusia dalam menempuh hidup dan cara berfikirnya. Maka dari itu bila kita ingin memahami dan mempelajari "diri yang utuh" atau "kenal diri" haruslah mengetahui situasi jiwa. Apakah jiwa kita sedang labil atau sedang berusaha mencari titik keseimbangan disadari maupun tidak disadari.
Sangatlah wajar bila setiap kesadaran yang muncul selalu membutuhkan keseimbangan dari orang lain (mencari kelengkapan data analisa dari faktor eksternal) agar dalam mengevaluasi jejak-jejak serta prilaku diri, kita dapat menemukan jawaban yang "puas" sehingga kita dapat merasakan "jiwa yang tenang", jiwa yang sudah dapat menyatu dalam diri kita sesuai rencana TUHAN dalam menciptakan makhlukNya yang bernama "manusia".
Kita harus segera menyadarkan diri kita sendiri, pernahkah dalam menjalani hidup ini kita bertanya kepada Sang Pencipta untuk apa kita diciptakan? Dan bagaimanakah cara mendapatkan pemahaman dan aplikasinya? Semua pertanyaan tentang hidup dan kehidupan, apapun jawabannya selalu ada didalam diri. Maka dari itu sering kita dengar "kenal diri berarti kenal Tuhan"
Puncak kesadaran manusia adalah dapat mengenal dirinya secara utuh. Manusia yang sudah kenal dirinya secara utuh, tidak akan pernah mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan sehari-hari, ia selalu tenang dan tanggap dalam menghadapi permasalahan dirinya maupun lingkungan disekitarnya, Ia pun mampu melihat segala sesuatu dari sudut pandang yang bijak dan memaklumi apa yang terjadi dihadapannya, menurutnya setiap diri punya cara yang berbeda dalam melihat dan berfikir. Maka dari itu sering dikatakan bahwa kesadaran akan hidup merupakan langkah awal kenal diri secara lebih mendalam.
Kejujuran
Kejujuran tercipta dari kesadaran dalam menilai diri secara pribadi (internal). Kejujuran tidak akan pernah ada bila tidak dilalui dengan proses "kesadaran yang dalam".
Kejujuran kita tentang laku yang sudah kita perankan sebelumnya sangatlah menentukan perjalanan kita dalam mengarungi bahtera kehidupan didunia ini. Bila kita tidak pernah mau mengakui kekurangan dan kekeliruan kita dalam menyikapi dan menanggapi permasalahan yang ada didalam diri kita dan didepan dimata kita, secara otomatis diri kita akan terus merasakan gejolak yang tidak tentu arahnya. Sehingga kita berpendapat bahwa orang lain yang menjadi faktor utama kegagalan kita dalam mencapai misi yang kita maksud dalam hidup ini.
Setiap diri yang sudah mampu menemukan kesadaran yang dalam, pasti mempunyai misi atau cita-cita dalam hidupnya. Maka dari itu kita harus jujur, untuk apa kita membuat misi/cita-cita dalam hidup ini? Jawabnya hanya ada didalam diri kita masing-masing. Tapi dapat diterjemahkan secara global bahwa misi atau cita-cita tersebut pasti dapat menghidupkan dirinya sendirinya, serta dapat menjadi sumber kehidupan bagi orang lain serta bermanfaat dimanapun ia berada sesuai takaran posisi dan perannya. Manusia yang sudah sadar akan posisi dan perannya pun harus terus melakukan releksasi dan restropeksi sesuai ruang dan waktu yang sudah direncanakan sebelumnya.
Kejujuran mampu memanaskan sifat egois kita yang kaku menjadi luwes atau dapat menyelaraskan diri dengan situasi dan kondisi apapun, kemanapun kita bergerak tidak akan pernah bertabrakan dengan lingkungan disekitar kita. Kejujuran juga merupakan cermin diri secara pribadi yang utuh.
Bagaimana cara kita menanggapi permasalahan hidup dapat terlihat dari keadaan diri kita saat ini. Sudahkah kita jujur kepada diri kita sendiri? Bila kita merasa masih ada beberapa esensi yang perlu kita benahi atau kita fahami untuk dijadikan pondasi pijakan ke masa yang akan datang, lihatlah diri kita sendiri saat ini, itulah nilai akhir kejujuran kita sementara ini terhadap nilai-nilai kehidupan didunia.
Keterbukaan Hati & Pintu Hati
PINTU HATI adalah tempat kita masuk dan keluar dalam merenung dan menyikapi permasalahan yang sedang kita hadapi, karena HATI adalah tempat bernaungnya nilai-nilai kemurnian berbagai sifat manusia yang luhur. Yang mana sifat-sifar luhur tersebut telah berada potensinya sejak manusia berada didalam kandungan (Alam Rahim) ibu. Tiga bulan sepuluh hari ruh ditiupkan didalam kandungan (Alam Rahim) itulah awal sifat-sifat Tuhan dititipkan kepada calon manusia. Agar sesudah dikeluarkan dari rahim ibu, manusia dapat mengamplikasikan sifat-sifat tersebut sesuai takarannya sebagai manusia. Sebagai ruang, hati haruslah diketahui esensi kegunaannya, karena dengan hati kita mampu mengenal yang Dicipta dan yang Mencipta. Tuhan sebagai yang Mencipta sedangkan yang Dicipta dapat disebut sebagai makhluk. Kita adalah bagian dari salah satu makhluk ciptaanNya yang sempurna.
Kesempurnaan kita sebagai manusia dibedakan karena 1 hal yaitu akal. Akal yang dapat menumbuh kembangkan hati. Artinya posisi dan peran hati tidak dapat terdeteksi bila tidak melalui proses berfikir akal. Jelas sudah bahwa hati adalah zat dari Tuhan untuk kita memprogram otak menjadi terolah menuju menjadi manusia berakal. Maka dari itu hati jadi mempunyai pintu. Agar kita mau berfikir bagaimana menuju pintu hati sehingga kita dapat membukanya menjadi keterbukaan hati dalam melihat dan dalam menindaklanjuti hidup dan kehidupan ini.
Bila sudah kita posisikan diri kita sebagai manusia utuh berarti kita setuju bahwa kita adalah bagian dari yang Dicipta. Maka dari itu manusia wajib memahami dan mampu mengenal esensi hati yang ada didalam diri, agar kita dapat mengenal signal-signal yang digetarkan oleh hati, untuk memahami kehendak Tuhan terhadap diri kita saat itu.
Ya, hati mempunyai pintu, dimana pintu tersebut tidak akan terbuka bila kita belum mampu mencapai kesadaran yang dalam serta kejujuran yang konsisten. Kesadaran yang dalam adalah langkah awal menuju pintu hati, sedangkan kejujuran adalah kunci untuk membuka pintu hati kita sendiri.
Pintu hati dalam diri manusia digambarkan dengan gambaran yang abstrak tapi dapat dirasakan oleh yang memiliki dan yang berinteraksi dengan sang pemiliknya. Manusia yang sudah mampu membuka pintu hatinya akan mampu menelusuri kehidupan ini dengan peta dan scenario yang memang sudah menjadi bagian dari rencana Tuhan terhadap dirinya. Tinggal bagaimana cara untuk kembali "memformat diri" agar sesuai dengan keadaan zaman saat itu. Sesuai keadaan serta situasi saat peta dan scenario ditemukan didalam diri. Kenapa saya katakan harus sesuai keadaan serta situasi saat itu? Agar dalam merealisasikan atau mengaplikasikannya kita tidak mundur kebelakang. Karena hal tersebut merupakan sebuah "pencerahan" diri.
Pencerahan diri merupakan langkah kedepan dalam berprilaku dan dalam mengisi hidup dengan berpengetahuan. Bila hati didalam diri sudah kita temukan tanpa kita sadari kita sudah mampu membuka pintu hati kita sendiri.
Manusia yang sudah tahu pintu hatinya, akan tahu kapan membuka dan kapan menutup pintu dirinya. Karna untuk hal yang sudah tidak layak masuk kedalam diri, harus dihindari atau menutup pintu rapat-rapat untuk hal-hal yang dapat menghancurkan hidup dan kehidupan ini, agar tujuan dalam hidup ini bisa terbangun dengan konstruksi bangunan yang kokoh. Jadi bagi yang sedang berusaha memahami/mempelajar
Setelah hati terbuka hati akan mengajarkan otak untuk mengakumulasikan niat sehingga jadi lurus serta tidak mudah merusak amanah dari Tuhan terhadap dirinya. Karena manusia yang belum membuka pintu hatinya terhadap apa yang pernah dilihat dan yang sedang dilihatnya, akan selalu berada di area situasi diri yang gelap, sehingga tidak mampu menemukan peta yang jelas. Kenapa hati juga merupakan dari pendalaman keilmuan dalam memahami esensi hidup dan kehidupan? Alasan tersebut agar setiap kita dapat melihat permasalahan dengan jernih.
Memahami mata rantai untuk menuju dan membuka pintu hati, harus melalui rambu-rambu kesadaran, kejujuran serta mengaplikasikannya kedalam diri dengan tepat, agar dapat mengolah hati sehingga dapat menjadikan hati sebagai CAHAYA atau sebagai penerang jalan bagi dirinya sendiri. Agar dalam menelusuri peta kehidupan dalam keadaan terang, tidak berandai-andai. Semua dijalani berdasarkan kesadaran, kejujuran, keterbukaan hati terhadap petunjuk CAHAYA hati dan olahan otak yang bernama akal.
------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================
=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================
Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================
Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================
Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253
=============================================
Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe
__,_._,___