Friday, February 1, 2008

[penulislepas] Pendidikan : Sekolah YuK, Mencari Ilmu!

"Meski hidup susah, tapi anak-anak harus sekolah!" banyak juga slogan-slogan pemerintah maupun LSM, dan pihak swasta untuk mengiming-imingi orang tua dan anak itu sendiri untuk sekolah. Namun, banyak juga anak yang tidak sekolah atau putus sekolah (DO).
Masalah putus sekolah (drop out) tidak bisa dihapus hanya dengan membebaskan uang sekolah. Selama kemiskinan belum terhapus dari negeri ini, sangat sulit mengendalikan angka putus sekolah. Bagaimana bisa mengatasi masalah pendidikan jika nyatanya kemiskinan masih menjadi tembok penghalang yang tidak bisa menyatukan harapan masyarakat dengan kemauan pemerintah.
Kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan, yang menghapuskan uang sekolah bagi siswa tidak mampu agar mereka tetap bersekolah, seharusnya disertai dengan langkah-langkah lain. Dalam hal ini, pemerintah tidak akan mampu berjalan sendiri, tetapi perlu menjalin kemitraan dengan semua pihak terkait. Untuk menyelesaikan masalah kemiskinan yang sangat berdampak pada taraf pendidikan itu, memang sudah seharusnya pemerintah lebih membuka akses pendidikan bagi masyarakat miskin. Harus diakui, hingga memasuki era reformasi ini, akses penduduk miskin pada bidang pendidikan masih sangat minim. Padahal, semakin tinggi tingkat pendidikan, akan semakin besar pula kemampuan untuk menentukan pilihan hidup.
Berdasarkan data di Bappenas, saat ini 48 persen kepala keluarga (ayah) di Indonesia tidak lulus sekolah dasar (SD). Sedangkan, yang sampai ke jenjang akademi atau perguruan tinggi (S-1) hanya 0,74 persen. (Harian KOMPAS, 16 Juni 2003). Suatu keadaan yang snagat memprihatinkan.
Sementara, jika dilihat dari perspektif sejarah khususnya peradaban sebelum kita, tujuan pendidikan adalah bagaimana menyiapkan anak mereka untuk selalu mampu mncukupi keperluan dirinya yang bersifat primer atupun skunder sehingga mencapai sutu kesejahteraan pada hidupnya ketika sudah tua lanjut usia.
Mereka berlomaba-lomba dan mengumpulkan bagaimana menyiapkan bekal yang akan dsipergunakan untuk mencapai kesejahteraan kelak di usia tuanya. Hal ini dapat dipahami pada awalnya mereka belajar bagaimana mencari ilmu, ekonomi, dan mempersiapkan mental mereka untuk menghadapi dan menyiapkan hidupnya di hari tuanya.
Orang Yunani jaman dulu misalnya, perang adalah kebutuhan hidup yang sangat menentukan sekali pada perkembangan peradaban mereka, sehingga pendidikan menurut mereka adalah bagaimana menyiapkan fisik mereka menjadi kuat dengan di latih militer untuk menang dan sebagian mereka berpendapat bahwa pendidikan adalah yang bersifat indah dan menanamakan rasa kasih sayang diantara mereka, sehingga anak anak mereka di didik untuk mencintai musik, puisi, menggambar serta melukis yang bersifat seni dan keindahan.
Berbeda dengan orang Romawi mereka beranggapan bahwa siasat, dan undang undang adalah jalan untuk mencapai kemenangan dalam berperang bukan masalah fisik dan unjuk kekuatan berlawanan dengan Yunani dan berfikirnya.
Sementara kalau kita mengintip orang Timur dan Islam mengajari kita bahwa pendidikan adalah bagaimana kita mampu dalam urusan duniawi maupun akhirat seperti dalil dalam Al-quran maupun hadist sebagai berikut:
"Dan carilah urusan akhiratmu dan jangan lupakan urusan duniamu"
"Carilah duniamu seakan kamu hidup selamanya dan akhiratmu seakan kamu mati besok" (Al-hadist ).
Puisi oleh kholifah Al Ma'mun bahwa dunia telah membuat orang lupa daratan sedangkan engkau ma'mun selalu sibuk dengan tuhanmu" adalah sindiran kepada Al Ma'mun, kemudian khalifah Al-Makmun menjawab; kenapa engkau menyindirku wahai pujanggaku apakah tidak kau ketahui apa yang di katakan oleh Al-Jarir Ibnu Abdul Aziz dalam puisinya "bukan itu yang baik ketika dunia engkau lupakan untuk mencari akhiratmu dan juga bukanlah kebaikan kau cari akhirat kau lupakan duniamu'.
Tujuan kita mencari ilmu merupakan suatu keseimbangan antara hak dan kewajiban. hak kita untuk mencari imu, dan juga merupakan suatu kewajiban mengamalkannya. Disamping itu, juga adanya keseimbangan antara kehidupan di dunia dan akhirat. Hal ini dapat diartikan bahwa pendidikan itu dapat digunakan di dunia dan di akhirat. Sedangkan tujuan pendidikan dalam arti mengapa orang berlomba-lomba untuk sekolah atau mencapai pendidikan yang lebih tinggi disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor ilmu, akhlak, dan faktor X lainnya.

Salam,
Sismanto
http://mkpd.wordpress.com
http://sismanto.com

---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Sekolah-Menulis Online Resmi Dibuka Lagi
Klik http://tinyurl.com/24k3ss untuk info selengkapnya
=============================================

=============================================
Situsnya Penulis! http://www.penulislepas.com :)
=============================================

Info penulisan terbaru, kiat penulisan, dll, GRATIS!
Klik saja http://newsletter.belajarmenulis.com/
===================================================

Peluang bisnis untuk penulis Indonesia?
Klik http://bisnis.penulislepas.com/
=============================================

Ikutan milis tanpa membuat email penuh?
Baca solusinya di http://jonru.multiply.com/journal/item/253

=============================================

Kalau mau keluar dari milis ini, kirim email kosong ke penulislepas-unsubscribe@yahoogroups.com. Setelah itu, tunggu email konfirmasi dari Yahoo! Groups. Balaslah email konfirmasi tersebut. Setelah itu, barulah keanggotaan anda terhapus.
=============================================


Recent Activity
Visit Your Group
Only on Yahoo!

Star Wars galaxy

Create a profile

and meet fans.

New business?

Get new customers.

List your web site

in Yahoo! Search.

10 Day Club

on Yahoo! Groups

Share the benefits

of a high fiber diet.

.

__,_._,___